Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Sejumlah Bank Pelat Merah Mencatatkan Nilai Kenaikan Kredit Menganggur

Sejumlah Bank Pelat Merah Mencatatkan Nilai Kenaikan Kredit Menganggur

Redaksi - Rabu, 11 Desember 2019 06:45 WIB
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) misalnya mencatatkan nilai kredit menganggur sebesar Rp 137,8 triliun per Oktober 2019. Nilai tersebut meningkat 2,5% (yoy) dibandingkan Oktober 2018.

Cosporate Secretary BRI Hari Purnomo bilang perusahaan BUMN jadi penopang utama meningkatnya rasio kredit menganggur perseroan. “Mayoritas undisbursed loan berasal dari segmen korporasi BUMN dengan porsi 61% dan korporasi umum 17%. Sementara sisanya disumbang segmen ritel dan menengah,” katanya kepada Kontan.co.id pekan lalu.

Ia menilai masih belum ditariknya kredit akibat para debitur masih berhati-hati melakukan ekspansi bisnis di tengah kondisi ekonomi yang lebih menantang.

Meski demikian, Hari optimistis rasio kredit menganggur perseroan bakal makin terkikis lantaran siklus akhir tahun dimana debitur biasanya melakukan penarikan untuk ekspansi tahun depan.

"Jika dilihat rasio undisbursed loan terhadap total kredit, sebenarnya menurun dari 17% pada Oktober 2018 menjadi 16% pada Oktober 2019,"lanjut Hari.

Sejumlah bank pelat merah mencatatkan nilai kenaikan nilai kredit menganggur alias undisbursed loan. Perlambatan ekonomi menjelang akhir tahun jadi penyebabnya.

Per Oktober 2019 sendiri, bank terbesar di tanah air ini telah menyalurkan kredit Rp 850,86 triliun. Meningkat 8,68% (yoy) dibandingkan Oktober 2018.

Adapula PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang juga mencatat kenaikan kredit menganggur. Per Oktober 2019 nilainya mencapai Rp 185,31 triliun. Meningkat 15,92% (yoy) dibandingkan Oktober 2018.

Bedanya, penopang utama kredit menganggur bank berlogo pita emas ini disebabkan oleh korporasi swasta yang nilainya mencapai Rp 142,64 triliun atau setara 76,97% dari total undisbursed loan. Sedangkan sisanya berasal dari korporasi pelat merah.

Sementara secara total, rasio kredit menganggur perseroan sebesar 25,44% dari total kredit yang telah digelontorkan Rp 728,20 triliun. Rasio tersebut meningkat tipis dibandingkan rasio pada Oktober 2018 sebesar 22,96% dari total kredit Rp 696,25 triliun.

Sedangkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) justru mengalami hal sebaliknya. Nilai kredit menganggur perseroan turun 13,03% (yoy) dari Rp 57,01 triliun pada Oktober 2018 menjadi Rp 49,58 triliun pada Oktober 2019.

Selain nilai, rasio kredit menganggur perseroan terhadap total kredit juga ikut menipis. Dari Rp 12,29% pada Oktober 2018 menjadi 9,50% pada Oktober 2019. Sedangkan per Oktober 2019 nilai kredit BNI telah mencapai Rp 521,80 triliun dengan pertumbuhan 12,52% (yoy) dibandingkan Oktober 2018 senilai Rp 463,73 triliun.

“Penurunan undisbursed loan merupakan salah satu pertanda peningkatan aktivitas ekonomi khususnya dengan mulai berjalannya perekonomian domestik setelah Pemilu yang telah berjalan dengan aman,” kata Wakil Direktur BNI Herry Sidharta seperti dilansir Kontan.

Hingga akhir tahun, nilai kredit menganggur bank berlogo angka 46 ini disebut Herry juga akan terus ditekan seiring target pertumbuhan kredit perseroan di kisaran 13%-15%.

“Disamping itu kami akan mengoptimalkan penggunaan disposable loan ini namun tetap disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan dan proyeksi keuangan debitur,” lanjut Herry.

Dari catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per September 2018, bank umum kegiatan usaha (BUKU) 4 memang jadi satu-satunya keladi dalam peningkatan nilai kredit menganggur industri perbankan.

Nilai kredit menganggur BUKU 4 mencapai Rp 697,81 triliun, tumbuh 13,22% (yoy). Sedangkan di kelas BUKU 1 hingga BUKU 3 justru mencatat penurunan.

Sedangkan secara total, industri perbankan mencatat nilai kredit menganggur mencapai Rp 1.609,62 triliun, meningkat 5,09% (yoy) dibandingkan September 2018 senilai Rp 1.531,97 triliun.

Editor
:
Sumber
: ktn

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Brimob Polda Sumut Gagalkan Tawuran Dini Hari di Medan, Empat Pemuda dan Dua Kelewang Diamankan

Ekonomi

Brimob Sumut Bertindak Tegas! 18 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan dalam Patroli Antisipasi Balap Liar

Ekonomi

Sinergi Brimob Sumut dan BNNP Sumut Perangi Narkoba, Dua Pengunjung Tempat Hiburan Malam Terindikasi Positif

Ekonomi

Cegah Kejahatan Jalanan dan Jaga Rasa Aman Masyarakat, Brimob Sumut dan Polrestabes Medan Perkuat Patroli Malam

Ekonomi

Brimob Polda Sumut Amankan Terduga Pencuri Kabel Saat Patroli Dini Hari di Medan

Ekonomi

100 Personel Brimob Sumut Siaga Semalaman, Jaga Kondusivitas Wilayah dan Respons Cepat Aduan Masyarakat