MATATELINGA, New York: Harga emas melonjak nyaris 1% setelah The Federal Reserve menahan suku bunga acuannya dan memberikan sinyal biaya pinjaman akan tetap alias tidak berubah dalam beberapa waktu ke depan. Setelah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada awal tahun ini, the Fed akhirnya menahan suku bunga acuan di kisaran target 1,50% hingga 1,75%.Harga emas dunia masih melanjutkan kenaikan pada transaksi Rabu (11/12). Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, pada pukul 16.00 waktu New York, harga emas di pasar spot melompat 0,7% menjadi US$ 1.474,62 per troy ounce. Sementara, harga kontrak emas berjangka naik 0,5% menjadi US$ 1.475."Harga emas terdongkrak ke atas level US$ 1.475 per troy ounce setelah Jerome Powell mengatakan belum akan menaikkan suku bunga acuan," jelas Tai Wong, head of base and precious metals derivatives trading BMO.Dia menambahkan, "Harga emas mendekati level US$ 1.480 yang menjadi level bottom yang cukup bertahan lama pada kisaran US$ 1.480-US$ 1.50 dari periode Agustus hingga Oktober. Perbalikan arah ini dikombinasikan dengan reli obligasi dapat memperbaharui minat bullish atas emas yang telah sedikit menghilang selama sebulan terakhir."Impinan The Fed Powell bilang, jika bank sentral menaikkan suku bunga, maka mereka harus melihat kenaikan inflasi yang signifikan.Akibat pernyataan Powell, indeks dollar langsung melorot ke level terendah dalam empat bulan terakhir. Di sisi lain, tingkat yield surat utang AS juga menurun."Jika kita terus melihat pelemahan dollar hingga akhir tahun, kita akan melihat emas akan terus melaju menuju level US$ 1.500 per troy ounce," papar Edward Moya, senior market analyst OANDA.