MATATELINGA, New york: Harga emas di pasar spot hanya sedikit mengalami perubahan di posisi US$ 1.476,19 per troy ounce. Pada pekan lalu, harga emas mengalami kenaikan 1,1%. Harga emas dunia stabil pada transaksi perdagangan Senin (16/12/2019). Data yang dihimpun Reuters menunjukkan, pada pukul 01.35 p.m waktu New York.Adapun harga kontrak berjangka emas tak berubah posisi di level US$ 1.480,50 per troy ounce. Emas enggan bergerak setelah dollar AS melemah. Di sisi lain, investor juga mencari kejelasan tentang kesepakatan dagang tertulis antara AS dengan China. Hal ini yang sampai sekarang masih menjadi batu ganjalan bagi investor."Kesepakatan dagang ini tidak berarti segala sesuati menjadi lebih baik secara fundamental. Ini juga menandakan bahwa ekonomi tidak akan terus-terusan melambat... namun masih akan ada risiko yang ditemui di jalan," papar Bart Melek, head of commodity strategies TD Securities. Dia juga menambahkan, "Kombinasi ekspektasi tinggi defisit perdagangan, turunnya suku bunga AS, dan risiko politik yang muncul saat pemilu, semuanya mengarah pada siapa yang pada akhirnya memiliki emas dalam portofolio mereka." Melansir Reuters, Washington dan Beijing berhasil mencapai kata sepakat atas perang dagang untuk fase pertama pada pekan lalu. Hasilnya, sejumlah tarif AS atas barang-barang China dipangkas. Sebagai balasannya, China akan membeli produk pertanian AS.Hal ini mendorong sentimen risiko, di mana Wall Street berhasil ditutup di level rekor. Di sisi lain, kesepakatan dagang yang sangat dinanti-nantikan gagal menyebabkan aksi jual terhadap emas. "Hal ini dikarenakan market masih belum sepenuhnya yakin tentang kesepakatan dagang kedua belah pihak, dan seberapa besar kesepakatan fase pertama akan menekan tekanan pada ekonomi global di 2020," jelas FTXM market analyst Han Tan. Tan juga bilang, seluruh kecemasan yang ada yang menyebabkan harga emas relatif terangkat.