Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Airlangga: Ada Tiga Strategi Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Indoensia Menuju 2020

Airlangga: Ada Tiga Strategi Mencapai Pertumbuhan Ekonomi Indoensia Menuju 2020

Redaksi - Sabtu, 21 Desember 2019 08:30 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Jakarta: Untuk menghadapi tantangan global dan domestik yang beragam, pemerintah setidaknya telah rancang sejumlah strategi utama. Ada tiga strategi utama untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target yakni 5,3% di tahun depan meliputi,  penguatan neraca perdagangan, penguatan permintaan domestik, serta transformasi struktural. 

"Selain merawat fundamental ekonomi agar tetap sehat, pemerintah juga akan menjaga sentimen. Dasar ekonomi adalah dua hal itu,” sebut  Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga  dalam  Media Gathering: Refleksi Ekonomi 2019, Outlook 2020 dan Strategi Kebijakan, Jumat (20/12/2019). 

Cukup optimistis dengan prospek perekonomian Indonesia di tahun 2020,untuk penguatan neraca perdagangan,sebutnya.

Airlangga mengatakan, pemerintah fokus pada peningkatan ekspor melalui pengembangan hortikultura berorientasi ekspor dan percepatan perundingan internasional. 

Selain itu, pemerintah juga berkomitmen mengurangi ketergantungan impor melalui sinergi BUMN dalam percepatan mandatori B30, restrukturisasi TPI/TPPI, dan pengembangan usaha gasifikasi batubara.

Sementara dari sisi penguatan permintaan domestik, pemerintah berupaya meningkatkan konsumsi masyarakat melalui kebijakan KUR, penerapan Kartu Prakerja, dan kemudahan Sertifikasi Halal untuk UMK. Dari sisi konsumsi pemerintah, peningkatan akan dilakukan dengan percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi daerah. 

“Dan  yang terpenting adalah peningkatan investasi. Kita akan kejar dengan Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja; perbaikan ekosistem ketenagakerjaan; percepatan penyelesaian dan penetapan RTRW dan RDTR Kabupaten/Kota; serta percepatan pelaksanaan pengadaan tanah,” lanjut Airlangga. 

Adapun,  transformasi struktural dilakukan melalui revitalisasi industri pengolahan, transformasi sektor jasa, transformasi pertanian, pembangunan infrastruktur berkelanjutan, dan hilirisasi pertambangan. 

Untuk mewujudkan transformasi struktural, Airlangga mengatakan, ada sejumlah program prioritas atau yang disebutnya sebagai  Quick Wins yang telah ditetapkan. 

"Program Quick Wins terkait ini antara lain pengembangan litbang industri farmasi, pengembangan usaha dan riset green energy serta katalis, kemitraan pertanian berbasis teknologi, pengembangan asuransi pertanian, pengembangan kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang,” tutur Airlangga. 

Tantangan perekonomian di tahun 2020, menurut Airlangga, memang masih besar. Di sisi internal misalnya, Indonesia masih menghadapi kondisi defisit transaksi berjalan, ketergantungan impor bahan baku, daya saing rendah, isu ketenagakerjaan, dan kesiapan menghadapi industri 4.0. 

Untuk mewujudkan transformasi struktural, Airlangga mengatakan, ada sejumlah program prioritas atau yang disebutnya sebagai  Quick Wins yang telah ditetapkan. 

"Program Quick Wins terkait ini antara lain pengembangan litbang industri farmasi, pengembangan usaha dan riset green energy serta katalis, kemitraan pertanian berbasis teknologi, pengembangan asuransi pertanian, pengembangan kawasan Batam, Bintan, Karimun, dan Tanjung Pinang,” tutur Airlangga. 

Tantangan perekonomian di tahun 2020, menurut Airlangga, memang masih besar. Di sisi internal misalnya, Indonesia masih menghadapi kondisi defisit transaksi berjalan, ketergantungan impor bahan baku, daya saing rendah, isu ketenagakerjaan, dan kesiapan menghadapi industri 4.0. 

“Konsumsi rumah tangga masih menjadi kontributor utama pertumbuhan sisi pengeluaran, inflasi 2020 diproyeksikan tetap terkendali, sektor eksternal masih dipengaruhi ketidakpastian ekonomi dan fluktuasi harga komoditas,” lanjutnya. 

Dari sisi fiskal, untuk menjaga keberlanjutan APBN, Airlangga menilai diperlukan beberapa kebijakan yang mampu menekan laju inflasi. “Perlu extra effort dari berbagai pihak untuk mencapai realisasi inflasi terjaga sesuai target," akunya. 

Editor
:
Sumber
: ktn

Tag:

Berita Terkait

Ekonomi

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan UMKM, Pemko Medan Buka Peluang Kerja Sama dengan BTN

Ekonomi

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Ekonomi

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Ekonomi

"Alfi Hariadi Siregar" Diganjar Putusan Hukuman Sembilan Tahun Penjara

Ekonomi

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Ekonomi

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI