Matatelinga - Jakarta, Ketidakpuasan konsumen tersebut bukan terjadi pertama kalinya. Tahun lalu, maskapai Spirit Airlines memperoleh skor terendah dalam survei yang dilakukan Consumer Report terhadap 16.000 konsumen. Maskapai penerbangan Spirit Airlines merupakan salah satu maskapai yang banyak dikeluhkan oleh konsumen. Departemen Perhubungan Amerika Serikat (AS) mencatat, dalam kurun waktu lima tahun, maskapai tersebut mendapatkan keluhan tiga kali lebih banyak dibandingkan maskapai AS lainnya.
"Layanan yang buruk, komunikasi yang buruk, dan kualitas yang buruk," seperti yang tertulis dalam Skytrax minggu ini seperti dilansir dari Businessweek, Sabtu (12/8/2014),
Kebencian terhadap maskapai tersebut juga dilampiaskan ke dalam akun twitter @haterspiritair.
Terlepas dari pelayanan yang buruk, maskapai tersebut tetap memperoleh keuntungan dari segi margin dan tingkat pengendalian modal yang diinvestasikan. Tercatat, sebanyak 16,2 persen kenaikan marjin dan 26 persen pengembalian modal, ini merupakan yang tertinggi di antara penerbangan publik di AS.
Selain itu, Travel Allegiant maskapai penerbangan lainnya memiliki peringkat terbaik kedua dilihat dari margin atau sebesar 12,7 persen, selanjutnya Alaska Airlines dan Delta Air Lines.
Saham Spirit Airlines telah memperoleh keuntungan sebanyak 439 persen sejak penawaran umum saham pertengahan tahun 2011.
"Keluhan pelanggan umumnya memiliki korelasi yang negatif, tapi terbalik untuk bila dilihat dari modal yang diinvestasikan," kata Wolfe Research analyst
Hunter Keay. Survei lainnya, yaitu maskapai yang paling disukai adalah JetBlue Airways, Virgin America dan Southwest Airlines.
(Okz/Mt-01)