MATATELINGA, Medan: Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, pada rapat tertinggi Keputusan Dewan Gubernur BI 22-23 Januari lalu, kebijakan BI-7 Day Reverse Repo Rate tetap 5,00%, , Suku bunga Deposit Facility (DF) tetap 4,25% dan Suku bunga Lending Facility (LF) tetap 5,75%.Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2019 tetap bertahan ditengah kinerja perekonomian duni yang melambat yakni 5,02%. Sementara pertumbuhan Nasional diperkirakan dapat mencapai 5,1-5,5%, sedangkan inflasi tetap dalam kisaran besarannya sebesar 3,01 %."Defisit transaksi berjalan pada 2020 tetap terkendali dalam kisaran 2,5-30%. Pertumbuhan Sumatera Utara sendiri pada tahun 2019 naik menjadi 5,22% (yoy) dari 5,18% pada tahun 2018. Realisasi ini juga lebih tinggi dari Nasional (5,02) dan Sumatera Utara (4,57%)," paparnya dalam kegiatan bincang bersama awak media, Senin (10/2/2020) petang.Didampingi Kepala Grup Sistem Pembayaran dan Pelayanan Andi Wiyana, Kepala Grup Advecory dan Pengembangan Ekonomi Ibrahim, Wiwiek menjelaskan dari sisi permintaan pertumbuhan didorong oleh investasi, seiring dengan berlanjutnya proyek strategis infrastruktur. Perekonimian Sumatera Utara pada triwulan IV 2019 tumbuh 5,21% (yoy). "Neraca perdagangan Sumatera Utara mengalami Surplus, mencapai USD 3,15 miliar sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya (0,65%yoy)," kata dia.Sementara itu ekspor Sumut ke Tiongkok cendrung mengalami stignasi sebagai dampak dari perang dagang, disisi lain ekspor sumut cendrung menurun ke AS, Jepang dan India. Impor sumut juga mengalami peburunan khususnya ke Singapura, Tiongkok serta Malaysia.Kesimpulannya tahun 2020, ekonomi Sumatera Utara diperkirakan tumbuh menguat dibanding tahun 2019. Hal ini didorong oleh peningkatan kinerja konsumsi rumah tangga, dan investasi ekspor. (mtc/amel)