MATATELINGA, Medan: Ketua Tim Pemantau Harga Pasar Sumatera Utara (Sumut), Gunawan Benjamin menuturkan kenaikan harga minyak goreng dalam rentang Rp 12.000 hingga Rp 13.500 per kg saat ini, dipicu oleh kenaikan harga CPO yang di bulan sebelumnya sempat menyentuh harga 3.100 ringgit per tonnya. "Kinerja harga CPO tersebut memicu kenaikan harga pada sejumlah produk turunan CPO sendiri," ujarnya, Rabu (12/2/2020).Namun, lanjut dia, harga CPO kembali mengalami tekanan setelah ekonomi global dikuatirkan terganggu dengan penyebaran virus corona. Saat ini harga CPO dikisaran 2.700-an ringgit per tonnya. Harga CPO anjlok setelah sejumlah harga komoditas dunia terpukul seiring munculnya kekuatiran dipasar terkait penyebaran virus yang bisa memicu perlambatan pertumbuhan ekonomi global."Harga minyak goreng pada hari ini terpantau masih dalam rentang Rp 12.000 hingga Rp 13.500 per kg nya. Belum seperti 3 bulan terakhir di 2019 yang sempat berada di kisaran Rp 9.000 hingga Rp 11.000 per kg nya. "Namun, saya melihat potensi penurunan harga minyak goreng terbuka dalam waktu dekat ini," terang dia.Meskipun harga CPO bukan satu-satunya patokan yang membentuk harga di pasar, terang Gunawan, masih ada beberapa sejumlah bahan baku lainnya yang juga turut membentuk harga minyak goreng. Dan beberapa bahan baku pengolahan minyak goreng juga membutuhkan sejumlah bahan baku impor. Sehingga sangat erat kaitannya dengan kurs mata uang rupiah."Secara tidak langsung, harga minyak goreng juga dibayangi dengan prospek perkembangan harga komoditas dunia yang dipengaruhi sentimen penyebaran virus corona belakangan ini," jelasnya.Disisi lainnya, harga cabai merah terpantau mengalami penurunan dalam rentang harga Rp 30.000 hingga Rp 33.000 per kg nya. Dan cabai rawit turun dikisaran Rp 30.000 per kg nya. "Penurunan harga cabai ini sangat berpotensi memicu penurunan laju tekanan inflasi. Selain itu, harga telur ayam dan daging ayam yang turun menjadi Rp 21.200 per kg untuk telur, dan Rp 27 ribu per kg untuk harga daging ayam juga berpeluang menyumbangkan deflasi di bulan ini," pungkasnya. (mtc/amel)