MATATELINGA, Jakarta: Untuk memulai bisnis memang terdengar gampang. Tetapi, pasti kamu akan dilema akan mencari modal, untuk memulainya.Dari sisi hukum, modal diartikan sebagai modal saham suatu perusahan. Beda lagi dengan makna dalam akutansi, modal adalah selisih antara total asset dengan total lieabilities (total uang).Sedangkan dari segi ekonomi, modal adalah kekayaan dan dari segi bisnis, modal adalah total asset yang dimiliki oleh perusahaan. Banyak orang terkendala modal ketika akan memulai usaha atau bisnis.Mereka berpikir tanpa adanya modal yang besar maka usaha tidak bisa berjalan. Padahal hamper semua bisnis atau usaha yang sukses dimulai dengan modal kecil.Kesuksesan itu terjaid karena si pemilik usaha bisa mengelola modal dan usahanya dengan baik. Mengutip buku '25 Usaha Terlaris Modal 1-3 Jutaan', Berikut cara mencari modal untuk berbisnis:1. Memanfaatkan tabunganSebaiknya mulailah usaha dengan uang sendiri. Ini akan meminimalkan pinjaman ke pihak lain. Seperti kita tahu, keuntungan murni dari usaha tidak bisa didapatkan dalam waktu satu bulan-dua bulan, namun bisa jadi lebih dari 6 bulan bahkan satu tahun. Jadi, jangan sampai terjebak utang modal yang harus dilunasi segera.2. Bekerja sama dengan pihak lainSalah satu cara untuk menambah modal adalah dengan mengajak saudara, teman, atau orang lain yang bisa dipercaya serta memiliki modal untuk merintis usaha bersama. Otomatis, usaha tersebut akan menjadi milik bersama. Jika partner Anda menyetor modal, ia pun akan punya rasa memiliki bisnis ini. Hasilnya, beban pekerjaan bisa terdistribusi dengan adil. Supaya aman, buatlah perjanjian kerja sama di awal yang mengandung kekuatan hukum dan memuat jenis usaha, deskripsi kerja, cara pembagian keuntungan, hingga penyelesaian jika terjadi sengketa di kemudian hari.3. PinjamanPinjaman modal bisa Anda dapatkan dari perorangan, lembaga koperasi, bank, atau dari UKM. Semua pinjaman hendaknya ditulis “hitam di atas putih” (dalam bentuk dokumen bermaterai, disepakati bersama, dan sah secara hukum). Biarpun berasal dari keluarga atau teman dekat, perlakukan pinjaman itu sebagaiman dari bank yang mengandung syarat dan prosedur tertentu.4. Aset pribadiAset pribadi-berupa barang elektronik, rumah, tanah, perhiasan, atau kendaraan yang dijual dan diuangkan sehingga bisa dipakai sebagai modal usaha, jamak dilakukan oleh sebagian besar pebisnis mula-mula. Namun ada juga sebagian orang yang cukup menggadaikan barang pribadinya untuk modal usaha. Cara kedua ini dilakukan asalkan yakin bahwa keuntungan yang dihasilkan cukup besar, cepat dan bisa langsung dipalai untuk menebus barang tanpa harus mengurangi modal selanjutnya.5. Pinjaman barang produksiModal tidak hanya dalam bentuk uang saja, tetapi bisa dalam bentuk tempat, kendaraan, atau tenaga kerja. Membuka kerja sama dengan orang-orang terpercaya yang menguasai tempat usaha, kendaraan dan tenaga tidaklah rugi. Pastikan teruang dalam kesepakatan yang saling menguntungkan kedua bela pihk.6.Uang pesangonJangan buru-buru menghabiskan uang pesangon. Uang yang jumlahnya cukup besar ini bisa dijadikan tambahan modal usaha. Buat pos-pos penggunaan uang pesangon dengan memprioritaskan keperluan keluarga/ pribadi.