Matatelinga - Jakarta, Kekhawatiran atas tensi yang mulai meninggi di Ukraina, memicu pembelian atas safe haven, termasuk yen. Tapi, situasi tersebut kembali terkendali seiring masa tenang yang dilakukan oleh AS, Rusia, Ukraina dan Uni Eropa.Nilai mata uang Jepang, yen melemah berturut-turut dalam 10 hari terakhir atas dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini terjadi akibat terhentinya spekulasi beralihnya investasi ke instrumen safe haven.Sentimen yang mempengaruhi pasar valas ini masih data ekonomi AS, serta harapan agar kisruh Ukraina bisa diselesaikan secara diplomatik. Demikian dilansir dari Reuters, Jumat (18/4/2014).Mata uang ini ditransaksikan di 102,43 yen per USD. Sebelumnya, sempat juga ditransaksikan di 101,32 yen, yang merupakan level terendahnya dalam tiga pekan terakhir.Sementara data ekonomi AS juga menunjukan hal yang positif. Klaim pengangguran melemah, seiring dengan aktivitas manufaktur yang kembali bergeliat.(Okz/Mt-01)