MATATELINGA, Jakarta: Sejak 23 Maret lalu, rupiah di pasar spot masih belum bergerak dari level terendahnya. Dengan ini, mata uang Garuda tersebut sudah turun 0,45% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp 16.450 per dolar AS. Alhasil, kini rupiah menjadi mata yang dengan pelemahan terdalam di kawasan. Padahal, di awal pembukaan pagi ini, posisi tersebut ditempati oleh won Korea Selatan dan ringgit Malaysia. Kini, ringgit Malaysia menjadi mata uang kedua dengan pelemahan terbesar setelah turun 0,37%. Di susul won Korea Selatan yang melemah 0,36%.Posisi berikutnya adalah baht Thailand dan yen Jepang yang sama-sama melemah 0,11%.Sementara itu, dolar Singapura berhasil menjadi mata uang dengan penguatan terbesar setelah naik 0,21%. Disusul, peso Filipina yang menguat 0,06%. Penguatan tipis juga terjadi pada rupee India yang naik 0,01%.Mengutip Bloomberg, Kamis (2/4/2020) pukul 12.25 WIB, rupiah masih bertahan di level Rp 16.525 per dolar AS.