MATATELINGA, Jakarta: Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana melihat rupiah punya potensi menguat pada perdagangan hari ini (7/4/2020). Fikri memproyeksikan penguatan ini berdasarkan mulai kembalinya investor global melirik aset-aset negara berkembang.Berbeda dengan Fikri, analis Monex Investindo Futures Faisyal justru memperkirakan tren positif rupiah akan kembali melemah pada perdagangan hari ini. Faisyal melihat pelemahan ini terjadi karena potensi penguatan dolar AS."Ada potensi pelemahan mata uang yen Jepang karena kabarnya Jepang akan menetapkan status darurat nasional. Jika ini terjadi dolar AS tentu akan menguat dan pada akhirnya akan melemahkan rupiah," kata Faisyal.Faisyal memproyeksikan rupiah akan cenderung melemah pada hari ini dan berada di kisaran level Rp 16.300 per dolar ASâ€"Rp 16.750 per dolar AS.Rupiah diprediksi berpotensi melanjutkan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,10% ke level Rp 16.413 per dolar AS pada Senin (6/4). Pada penutupan Jumat (3/4), rupiah berada di level Rp 16.430 per dolar AS.Namun penguatan tidak terjadi di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Pasalnya, pada kurs Jisdor tersebut, rupiah justru melemah 0,56% ke level Rp 16.556 per dolar AS.