MATATELINGA, Jakarta: Kamis (14/5/2020) rupiah tidak berdaya di hadapan dolar Amerika Serikat (AS). Merujuk Bloomberg, rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,13% ke level Rp 14.885 per dolar AS.Di kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah juga melemah 0,40% ke level Rp 14.946 per dolar AS. Hal ini imbas dari munculnya kekhawatiran akan adanya persebaran virus corona gelombang kedua.Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengungkapkan pelemahan rupiah sejalan dengan sikap pelaku pasar yang tengah menghindari aset berisiko.“Selain itu, dolar AS juga mendapat sedikit dorongan penguatan setelah Gubernur The Fed mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan tidak akan ada suku bunga negatif seperti yang diminta Presiden AS Donald Trump,” ungkap Faisyal kepada Kontan.co.id, Kamis (14/5).Sementara Head of Economics Research Pefindo Fikri C Permana mengatakan sebenarnya rupiah tengah berada dalam tren stabil belakangan ini. Ia menyebut fundamental AS yang kurang baik akan membuat pergerakan dolar AS akan cenderung tertekan.“Akan tetapi dari dalam negeri, sell off pasar saham yang mencapai Rp 800 miliar pada hari ini tampaknya memberi tekanan sehingga membuat rupiah terdepresiasi,” ujarnya.