Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Palestina Menolak dan Mengecam Perjanjian Normalisasi UEA

Palestina Menolak dan Mengecam Perjanjian Normalisasi UEA

Admin - Rabu, 16 September 2020 12:18 WIB
Ratusan warga Palestina menolak dan mengecam perjanjian normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel.[net]

MATATELINGA, Jakarta: Palestina menolak dan mengecam perjanjian normalisasi UEA dan Bahrain dengan Israel ketika roket ditembakkan ke negara itu. Ratusan warga Palestina melakukan demonstrasi di Tepi Barat pada Selasa waktu setempat.

Kesepakatan, yang ditengahi oleh Amerika Serikat, ditandatangani pada Selasa di Gedung Putih, di mana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu dengan pejabat Bahrain dan Emirat.

Mencengkeram bendera Palestina dan mengenakan masker wajah untuk perlindungan terhadap virus corona, para demonstran berunjuk rasa di kota Nablus dan Hebron, Tepi Barat, dan di Gaza.

Puluhan juga ikut demonstrasi di Ramallah, rumah Otoritas Palestina (PA).

Spanduk yang ditampilkan bertuliskan "Pengkhianatan", "Tidak untuk normalisasi dengan penjajah", dan "Perjanjian yang memalukan".

UEA dan Bahrain menandatangani kesepakatan bersejarah di AS dengan Israel

Demonstran Palestina, Emad Essa dari Gaza mengatakan "Anda akan melihat ratusan pemuda Gaza yang kehilangan kaki dan lumpuh seumur hidup hanya karena memprotes blokade Israel".

"Dan di Tepi Barat dan Yerusalem, buldoser Israel terus menghancurkan rumah-rumah Palestina,"

"Dan secara etnis membersihkan warga Palestina dari desa dan kota mereka setiap hari," kata Essa kepada Al Jazeera.

"Itu hanyalah puncak gunung es dari kejahatan Israel terhadap Palestina, dan UEA dan Bahrain entah bagaimana memilih untuk memberi penghargaan kepada Israel atas kejahatan ini dengan membuat perjanjian dengannya,".

"Kesepakatan itu adalah noda memalukan di dahi para pemimpin yang menjual Palestina. menyebabkan harga yang sangat murah. "

Para pengunjuk rasa menginjak-injak foto Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebelum dibakar.

Waktu yang sama, di Washington dilakukan penandatangan perjanjian penting pertama antara negara-negara Arab dan Israel dalam seperempat abad.

Presiden PA Mahmoud Abbas mengatakan bahwa hanya penarikan Israel dari wilayah pendudukan yang dapat membawa perdamaian ke Timur Tengah.

"Perdamaian, keamanan, dan stabilitas tidak akan dicapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir," katanya dalam sebuah pernyataan

Setelah upacara penandatanganan, yang dikutuk oleh Palestina sebagai "pengkhianatan" terhadap perjuangan mereka.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Gelombang ke 89, Saaran Iran Fasilitas AS dan Israel

Internasional

Kenapa F1 Umumkan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026 Tak Digelar...?

Internasional

Sekitar 14.929 Warga Palestina Kehilangan Status Identitas Mereka, antara 1967 hingga 2024.

Internasional

Umat Muslim Palestina Puasa Pertama Sudah di Ganggu Itamar Ben-Gvir

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi Kunjungan keTepi Barat