Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Nelson Mandela Sang tokoh Kesetaraan dan Perdamaian

Nelson Mandela Sang tokoh Kesetaraan dan Perdamaian

Admin - Kamis, 24 September 2020 07:30 WIB
Hand Over
Nelson Mandela

MATATELINGA, Afrika:  Nelson Mandela menjadi presiden kulit hitam pertama dan sang Tokoh Kesetaraan serta Perdamaian Afrika Selatan merupakan salah satu negara di Benua Afrika yang terkenal.

Negara ini terkenal sebagai salah satu penghasil emas dengan tambannya yang banyak.

Afrika Selatan tidak lepas dari tokoh perdamaiannya, Nelson Mandela. Selain tokoh perdamaian, Nelson Mandela adalah presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan.

Masalah rasisme tidak hanya terjadi di Amerika Serikat saja pada waktu itu, masalah ini juga ada di Afrika Selatan. Nelson Mandela sebagai putra asli Afrika Selatan mencoba melawan ketidakadilan tersebut.

Perjalanan Mandela dalam memperjuangkan keadilan dan kesetaraan tidak mulus. Mandela harus merasakan dinginnya penjara karena berulangkali ditangkap.

Kelahiran Nelson Mandela

Nelson Mandela lahir pada 18 Juli 1918, di sebuah desa bernama Mvezo. Desa ini terletak di sebelah tenggara Afrika Selatan.

Melansir dari Nelsonmandela.org, Rolihlahla Mandela merupakan nama lahir dari Nelson Mandela. Saat bersekolah di Qunu, Mandela mendapatkan tambahan nama "Nelson".

Karir politik Nelson Mandela

Nelson Mandela pertama kali terjun ke dunia politik tahun 1942. Tahun 1944 Mandela mengikuti Kongres Nasional Afrika (ANC). Momen ini membantu Mandela membentuk Liga Pemuda Kongres Nasional Afrika (ANCYL).

Bersama dengan rekannya di ANC, Oliver Tambo, Nelson Mandela membuat firma hukum pertama untuk orang kulit hitam. Firma hukum ini fokus pada kasus yang disebabkan oleh undang-undang apartheid pasca 1948.

Nelson Mandela juga aktif berkeliling ke seluruh negara untuk mengkampanyekan kesetaraan. Mandela berusaha mencari dukungan untuk melawan diskriminasi hukum yang ada di Afrika Selatan.

Tahun 1952, Nelson Mandela dilarang untuk berpergian dan berpidato. Melansir dari Encyclopedia Britannica, Mandela bersama 100 orang lebih ditangkap dengan tuduhan pemberontakan pada tahun 1956.

Nelson Mandela Menjadi presiden kulit hitam pertama

Perjalanan Nelson Mandela untuk menjadi presiden tidak mudah. Madela berulang kali ditangkap dan dipenjara atas isu politik.

Perjuangan panjang Mandela terbayar setelah pemilu demokratis dilaksanakan pertama kali. Pemilu ini dilaksanakan pada 10 Mei 1994 dan merupakan pemilu demokratis pertama di Afrika Selatan.

Perannya dalam memperjuangkan keadilan membuat Nelson Mandela terpilih menjadi presiden di pemilu tersebut. Mengutip dari Nelsonmandela.org.

Mandela terpilih sebagai presiden di usianya yang ke 76 tahun. Nelson Madela merupakan presiden kulit hitam pertama di Afrika Selatan.

Nelson Mandela hanya menjabat sebagai presiden selama satu periode saja. Mandela mengundurkan diri sebagai presiden pada tahun 1999.

Sepak terjang Nelson Mandela tidak berhenti begitu saja. Mandela tetap berjuang untuk menyerukan keadilan dan perdamaian melalui Nelson Mandela Foundation. Organisasi ini didirikan pada tahun 1999.

Nelson Mandela meninggal di umur 95 tahun pada 5 Desember 2013. Mandela meninggal karena infeksi paru-paru yang ia idap semenjak 2011.

Editor
:
Sumber
: kontan

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Internasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Internasional

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Internasional

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis

Internasional

Bakamla RI Siap Dorong Ekonomi Maritim Indonesia