Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Misa Minggu di katedral Jolo Menewaskan 20 Orang dan Melukai 100 Orang Lainnya

Misa Minggu di katedral Jolo Menewaskan 20 Orang dan Melukai 100 Orang Lainnya

Admin - Minggu, 11 Oktober 2020 10:15 WIB
Hand Over
ilustrasi
MATATELINGA, Manila: Orang tua Rullie adalah pasangan militan yang menurut pihak berwenang Filipina melancarkan serangan bunuh diri yang menewaskan lebih dari 20 orang dan melukai lebih dari 100 lainnya selama Misa Minggu di katedral Jolo di Provinsi Sulu yang berpenduduk mayoritas Muslim.

Pasangannya, Andi Baso, diyakini bertanggungjawab atas ledakan di sebuah gereja di Kalimantan Timur pada 2016 yang menewaskan seorang anak dan melukai tiga lainnya. Sobejana mengatakan Andi Baso tewas dalam baku tembak dengan pasukan Filipina di Sulu pada Agustus dan tes DNA sedang dilakukan untuk memastikan apakah jasad yang ditemukan adalah miliknya.

Rullie ditangkap bersama dua wanita lainnya, termasuk Inda Nurhaina, yang menurut militer adalah istri komandan Abu Sayyaf Ben Yadah.

Yadah, yang dikenal dengan nama panggilannya Ben Tatoo, adalah salah satu tersangka utama pemenggalan dua turis Kanada sandera Abu Sayyaf di Sulu pada 2016. Yadah masih buron dan dikaitkan dengan penculikan baru-baru ini di Sulu.

Pasukan Filipina pada Sabtu (10/10/2020) menangkap seorang perempuan warga Indonesia (WNI) yang dicurigai sebagai calon pelaku bom bunuh diri. Menurut militer Filipina, WNI tersebut diduga terlibat dalam rencana untuk menyerang sebuah kota di selatan “dalam waktu dekat”.

Menurut keterangan Komando Mindanao Barat (Westmincom) yang diwartakan AP, tentara dan polisi menangkap Rezky Fantasya Rullie bersama dua perempuan Filipina yang dicurigai sebagai istri militan Abu Sayyaf. Ketiganya ditangkap di sebuah rumah di selatan Kota Jolo, Provinsi Sulu di mana ditemukan juga rompi peledak dan komponen bom.

Militer juga mengumumkan bahwa suami Rullie, Andi Baso, yang dicari di Filipina dan Indonesia karena dugaan keterlibatannya dalam serangan bom, telah tewas dalam bentrokan 29 Agustus di dekat kota Patikul di Sulu.

Pasukan Filipina telah meningkatkan perburuan calon pengebom di wilayah selatan yang bergolak menyusul serangan bunuh diri yang hampir bersamaan oleh dua militan wanita yang menewaskan 15 orang dan melukai 75 lainnya di Kota Jolo pada Agustus. Insiden itu adalah serangan ekstremis terburuk yang terjadi di Filipina sepanjang 2020.

Dua wanita yang melakukan serangan bunuh diri 24 Agustus di Jolo adalah istri dari militan Abu Sayyaf yang telah meninggal, yang menunjukkan bagaimana ekstremisme telah melibatkan keluarga dalam beberapa kasus.

"Ini telah menjadi urusan keluarga bagi beberapa orang yang membiarkan diri mereka diindoktrinasi secara salah," kata Panglima Angkatan Darat Letjen Cirilito Sobejana.

Setidaknya delapan militan asing lainnya di Sulu dan provinsi selatan Maguindanao sedang diburu oleh pasukan pemerintah. Mereka termasuk militan dari Indonesia dan Mesir, kata Sobejana.

Sobejana mengatakan bahwa Rullie terlibat dalam komplotan yang “dalam waktu dekat” akan melakukan serangan bunuh diri di Jolo. Dia menambahkan bahwa pihak berwenang Indonesia mengetahui upaya Filipina untuk mencari dan menangkap militan Indonesia di Filipina selatan.

Editor
:
Sumber
: Okz

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Ini Dia Produk Varian Molto Yang Bisa Anda Dapatkan di Blibli

Internasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Internasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Internasional

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI