Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Ada 83,5 Juta kasus Virus, Negara Mana Paling Banyak ...?

Ada 83,5 Juta kasus Virus, Negara Mana Paling Banyak ...?

Redaksi - Sabtu, 02 Januari 2021 08:00 WIB
Hand Over

MATATELINGA, Amerika: Johns Hopkins Coronavirus Resource Center hari Jumat 1 Januari 2021 menyebutkan, ada sekitar 83,5 juta kasus dan 1,8 juta kematian akibat Covid-19 di seluruh dunia.

AS masih menempati posisi teratas dalam daftar itu selama pandemi dengan catatan terbanyak kasus " hampir 20 juta - dan kematian - lebih dari 345 ribu - akibat virus corona, sebut Hopkins.

India memiliki 10,2 juta kasus dan lebih dari 148 ribu kematian, sebut Hopkins sedangkan Brasil mencatat 7,6 juta kasus dengan hampir 195 ribu kematian.

Empat puluh dua orang di negara bagian West Virginia, AS, mengira mereka mendapatkan vaksin virus corona. Tetapi alih-alih mereka disuntik dengan apa yang digambarkan The New York Times sebagai "obat antibodi monoklonal eksperimental."

Garda Nasional West Virginia Kamis menyatakan, "Semua individu yang menerima antibodi itu telah dihubungi atau dalam proses untuk dihubungi."

Garda Nasional menyatakan tidak yakin di antara orang-orang itu ada yang "berisiko mengalami dampak buruk."

Mayjen James Hoyer, pejabat paling senior di Garda Nasional West Virginia menulis dalam suatu pernyataan, "Ketika kami diberitahu mengenai apa yang terjadi, kami langsung bertindak untuk memperbaikinya, dan kami segera meninjau kembali dan memperkuat protokol kami untuk memperbaiki proses distribusi guna mencegah hal ini terjadi lagi."

Ke-42 individu itu kabarnya menerima produk antibodi Regeneron, bukannya vaksin Moderna.

"Produk ini sama dengan yang diberikan Presiden Donald Trump sewaktu ia terjangkit virus corona," kata Dr. Clay Marsh, ketua satgas Covid-19 West Virginia, dalam suatu pernyataan.

Garda Nasional West Virginia menyatakan orang-orang yang menerima obat yang keliru itu "akan diberikan vaksin sesegera mungkin, dengan status diprioritaskan."

[br]

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis 31 Desember 2020, menyetujui vaksin virus corona yang dikembangkan Pfizer-BioNTech untuk penggunaan darurat, suatu langkah yang dimaksudkan untuk membantu agar negara-negara berkembang lebih segera mendapat akses ke vaksin itu.

WHO menetapkan proses penggunaan daruratnya untuk membantu negara-negara menyetujui vaksin itu tanpa melalui sumberdaya regulator mereka sendiri, sehingga mempermudah bagi penggunaannya.

"Ini merupakan langkah sangat positif untuk memastikan akses global ke vaksin Covid-19,” kata Mariangela Simao, ketua program akses ke obat WHO.

Namun, suhu sangat dingin untuk menyimpan vaksin " minus 70 derajat Celsius " membuat pengiriman dan penyimpanannya menjadi tantangan bagi negara-negara berkembang.

COVAX, upaya global dukungan WHO untuk membeli dan mendistribusikan vaksin ke negara-negara miskin, berkomitmen bagi penyediaan 2 miliar dosis vaksin sejauh ini dan sedang dalam pembicaraan dengan Pfizer-BioNTech untuk membeli sebagian vaksinnya, yang 95 persen setelah penggunaan dua dosisnya.

Editor
:
Sumber
: Okz

Tag:

Berita Terkait

Internasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Internasional

WNA China Divonis 3 Tahun Penjara, Liu Xiaodong Dinyatakan Bersalah Kasus Tambang di Ketapang

Internasional

Usulan Sekretaris Jenderal NATO , di Tolak Pemerintah Inggris dan Prancis

Internasional

Para Menteri Perdagangan, Anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik Berkumpul di Suzhou

Internasional

5 Fakta Arsenal Juara Liga Inggris 2025-2026

Internasional

Arsenal Resmi Juara Liga Inggris 2025-2026