Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Penjahat Kelamin Malka Leifer di Deportasi Israel ke Australia

Penjahat Kelamin Malka Leifer di Deportasi Israel ke Australia

Redaksi - Selasa, 26 Januari 2021 08:31 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Tel Aviv: Seorang mantan kepala sekolah ultra-Ortodoks Yahudi yang melakukan banyak pelecehan seksual (penjahat kelamin) terhadap siswa, Israel mengekstradisi Malka Leifer ke Australia .

Kementerian Kehakiman Israel dalam pesan WhatsApp hari Senin (25/1/2021), tanpak memberikan rincian lebih lanjut, "Kami mengonfirmasi deportasi tersebut." Ekstradisi terhadap Leifer mengakhiri perselisihan hukum selama enam tahun terakhir.

Media Israel melaporkan penjahat seks itu pergi dengan penerbangan pagi ke Australia, beberapa jam sebelum bandara Israel Ben Gurion ditutup sebagai bagian dari tindakan pencegahan COVID-19.

"Dia melakukan perjalanan ke Australia melalui Frankfurt, dan akan tiba di Australia hari ini (hari Senin)," tulis The Jerusalem Post.

Leifer, seorang warga Israel, dituduh melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak saat dia bekerja sebagai guru dan kepala sekolah di sekolah ultra-Ortodoks di Melbourne, Australia.

Menurut media Australia, dia menghadapi 74 dakwaan pelecehan seksual terhadap anak perempuan.

Setelah tuduhan terhadapnya muncul di Australia pada 2008, Leifer dan keluarganya pergi ke Israel dan pindah ke pemukiman Emmanuel di Tepi Baratâ€"wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Pada bulan Desember, Mahkamah Agung Israel menolak banding terakhir pengacaranya terhadap ekstradisi Leifer dalam keputusan yang diucapkan dengan keras.

[br]

"Lebih dari enam tahun telah berlalu sejak permintaan diajukan ke pengadilan distrik Yerusalem untuk menyatakan pemohon diekstradisi ke Australia," tulis Mahkamah Agung.

"Sejak itu, tidak ada proses yang tidak diambil pemohon untuk mencegah ekstradisinya, termasuk atas dasar penyakit mental."

Harian Israel, Haaretz, mengutip Jeremy Leibler dari Federasi Zionis Australia yang mengkritik penundaan ekstradisi tersebut.

"Bahwa Leifer dibiarkan melarikan diri dari keadilan begitu lama adalah parodi," katanya.

“Meskipun lega karena sistem peradilan Israel akhirnya menang, waktu dan proses yang mengakibatkan penundaan ini sama sekali tidak dapat diterima," ujarnya.

[br]

Upaya ekstradisi sebelumnya antara 2014 dan 2016 gagal setelah Leifer dirawat di rumah sakit jiwa dan pendapat para ahli menemukan bahwa dia tidak cocok untuk diadili.

Tapi penyelidik swasta yang menyamar kemudian merekam Leifer sedang berbelanja dan menyetorkan cek di bank, tampaknya menjalani kehidupan normal.

Ini mendorong otoritas Israel untuk melakukan penyelidikan apakah dia memalsukan penyakit mental untuk menghindari ekstradisi, yang menyebabkan penangkapannya kembali pada Februari 2018.

Mei lalu, hakim pengadilan distrik Yerusalem Chana Lomp memutuskan; "Itu bukan masalah psikotik dari penyakit mental seperti dalam definisi hukumnya dan dia layak untuk diadili."

Perselisihan hukum menyebabkan beberapa ketegangan antara sekutu Israel dan Australia, di mana ekstradisi Leifer menjadi masalah utama yang diangkat Presiden Israel Reuven Rivlin selama kunjungan ke Australia Februari lalu.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Tanpa Kongres, Trump Loloskan Penjualan Senjata USD 8,6 Miliar ke Timur Tengah

Internasional

"Standar Ganda" Diterapkan Washington, Hambatan Terbesar Menuju Kesepakatan

Internasional

Lebanon di Srang Israel, Liga Arab Menuntut, Apa Sikap Amerika Serikat

Internasional

Mau Akhiri Perang AS dan Israel, Iran Menetapkan Empat Syarat

Internasional

Umar Mengutuk Keras Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL

Internasional

Gerakan Ansar Allah Yaman Serang Israel dengan Rudal