MATATELINGA, Teheran: Panglima militer Israel , Letnan Jenderal Aviv Kohavi, memperingatkan pemerintahan Joe Biden agar tidak bergabung kembali dengan perjanjian nuklir Iran 2015, bahkan jika Amerika Serikat (AS) memperkuat persyaratannya. Dia juga mengaku memerintahkan pasukannya untuk meningkatkan persiapan guna kemungkinan melakukan tindakan ofensif terhadap Iran."Mengizinkan Iran untuk melanjutkan program nuklir akan menjadi ancaman yang tidak dapat diterima dan akan mengarah pada proliferasi nuklir di seluruh wilayah," ujarnya seperti dikutip dari AP, kemarin.Kohavi mengatakan bahwa mengingat ancaman yang ditimbulkan oleh Iran, militer Israel akan bersiap untuk menyerang sendiri jika diperlukan. "Saya perintahkan militer untuk menyiapkan sejumlah rencana operasional selain yang sudah ada,” katanya."Kami sedang mengurus rencana ini dan akan mengembangkannya selama tahun mendatang. Yang memutuskan untuk melaksanakannya, tentu saja adalah para pemimpin politik. Tapi rencana ini harus di atas meja," imbuhnya.Terlepas dari pecah atau tidaknya perang antara Israel dan Iran, ini perbandingan kekuatan militer keduanya pada tahun 2021, Kamis (28/1/2021), dikutip dari Global Firepower:IranPower Indeks: 0,2511Peringkat 14 dari 138 negaraJumlah penduduk: 84.923.314 jiwaTenaga Kerja Tersedia: 47.557.056 jiwaTentara Aktif: 525.000 personelTentara Cadangan: 350.000 personelAnggaran Pertahanan: USD14.100.000.000Utang Luar Negeri: USD7.995.000.000Cadangan Devisa: USD120.600.000.000Daya Beli: USD1.757.500.000.000Total Pesawat: 516 unitPesawat Tempur: 161 unitPesawat Serangan Khusus: 23 unitPesawat Transportasi: 85 unitPesawat Latih: 96 unitPesawaat Misi-Khusus: 9 unitHelikopter: 99 unitHelikopter Serang: 12 unitadsense]Tank Tempur: 3.709 unitKendaraan Lapis Baja: 8.500 unitSelf-Propelled Artillery: 770 unitField Artillery: 2.108 unitProyektor Roket: 2.475 unitKekuatan Armada Laut: 398 unitKapal Induk: 0 unitKapal selam: 29 unitKapal Destroyer: 0 unitKapal fregat: 6 unitKorvet: 3 unitKapal Patroli Pantai: 20 unitMine Warfare: 0Bandara: 319Pelabuhan dan Terminal: 4Senjata Nuklir: Iran tidak punya senjata nuklirIsraelPower Indeks: 0,3464Peringkat 20 dari 138 negaraJumlah penduduk: 8.675.475 jiwaTenaga Kerja Tersedia: 3.643.700 jiwaTentara Aktif: 170.000 personelTentara Cadangan: 465.000 personelAnggaran Pertahanan: USD16.600.000.000Utang Luar Negeri: USD88.660.000.000Cadangan Devisa: USD113.000.000.000Daya Beli: USD328.000.000.000Total Pesawat: 595 unitPesawat Tempur: 241 (termasuk jet tempur siluman F-35)Pesawat Serangan Khusus: 23 unitPesawat Transportasi: 15 unitPesawat Latih: 154 unitPesawat Misi-Khusus: 23 unitHelikopter: 128 unitHelikopter Serang: 48 unitTank Tempur: 1.650 unitKendaraan Lapis Baja: 7.500 unitSelf-Propelled Artillery: 650 unitField Artillery: 300 unitProyektor Roket: 100 unitKekuatan Armada Laut: 65 unitKapal Induk: 0 unitKapal selam: 5 unitKapal Destroyer: 0 unitKapal fregat: 0 unitKorvet: 4 unitKapal Patroli Pantai: 48 unitMine Warfare: 0Bandara: 42Pelabuhan dan Terminal: 5Senjata Nuklir:Meski belum bisa dipastikan, ada rumor yang menyebutkan bahwa Israel merupakan negara keenam di dunia yang berhasil meneliti dan mengembangkan persenjataan nuklir sendiri. Namun, mereka tidak mengonfirmasi fakta tersebut. Namun, banyak sumber mengeklaim bahwa mereka berhasil menyiapkan hulu ledak nuklir yang berfungsi penuh pada tahun 1966.Terlepas dari klaim-klaim awal seperti itu, Israel belum bergabung dengan NPT (Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir). Hingga saat ini, mereka tidak mengonfirmasi atau menyangkal kemungkinan memiliki persenjataan nuklir. Akibatnya, Israel dikatakan menerapkan kebijakan jera yang cukup efektif namun terjangkau.Menurut banyak organisasi, perkiraan jumlah senjata nuklir yang dimiliki Israel bervariasi dari 80 hingga 200 senjata nuklir siap diluncurkan. Terlebih lagi, beredar rumor bahwa Israel berhasil menyiapkan rudal khusus yang bisa dioperasionalkan dari kapal selam.