Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Dua Kota Israel Diancam Iran Rata dengan Tanah

Dua Kota Israel Diancam Iran Rata dengan Tanah

Redaksi - Senin, 08 Maret 2021 07:43 WIB
Hand Over
MATATELINGA, Teheran: Kali ini ancaman dilontarkan Menteri Pertahanan Amir Hatami pada hari Minggu, (7/3/2021). Untuk kesekian kalinya,Iran mengancam akan meratakan dua kota di Israel , yakni Tel Aviv dan Haifa, dengan tanah.

Amir mengatakan, kedua kota itu akan diratakan dengan tanah jika Israel berani menyerang Iran. Ancaman disampaikan agar negara Yahudi itu menyadari bahayanya.

Ancaman seperti itu telah sering disampaikan para pejabat militer Teheran. Sebaliknya, rezim Zionis juga kerap mengumbar ancaman untuk menyerang Iran.

"Kadang-kadang, rezim Zionis [Israel] karena putus asa membuat klaim besar terhadap Republik Islam Iran yang dikira mengancamnya," kata Hatami pada sebuah upacara untuk tentara, seperti dikutip Times of Israel, Senin (8/3/2021).

"Harus diketahui bahwa jika [negara] itu melakukan sesuatu, kami akan meratakan Tel Aviv dan Haifa dengan tanah," ancamnya.

Dia melanjutkan bahwa Iran memiliki semua kekuatan yang dibutuhkan untuk menjaga stabilitas negara dan membanggakan kekuatan regionalnya melalui "kelompok perlawanan”.

Pernyataannya muncul setelah Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan selama wawancara dengan Fox News pekan lalu bahwa jika dunia tidak melakukan sesuatu tentang program nuklir Iran maka Israel dapat melakukannya sendirian. Dia mengatakan bahwa Israel sedang memperbarui rencananya untuk serangan militer prospektif.

[br]

"Jika dunia menghentikan mereka [Iran] sebelumnya, itu jauh lebih baik. Tapi kalau tidak, kami harus berdiri sendiri dan kami harus bela diri sendiri," sebutnya.

Israel telah dua kali melakukan serangan militer terhadap program nuklir musuhnya"Irak pada tahun 1981 dan Suriah pada tahun 2007"di bawah apa yang kemudian dikenal sebagai “Doktrin Begin”, yang menyatakan bahwa Israel tidak akan mengizinkan negara musuh untuk mendapatkan senjata atom.

Gantz sebelumnya telah memperingatkan bahwa Israel akan melakukan serangan militer terhadap Iran, jika perlu.

Pernyataannya muncul setelah Israel menuduh Iran menargetkan kapal kargo milik pengusaha Israel yang berlayar di Teluk Oman akhir bulan lalu. Ledakan tersebut menyebabkan dua lubang di MV Helios Ray di sisi kiri dan dua di sisi kanan, tepat di atas garis air.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menuduh Iran sebagai pelakunya, namun Teheran dengan cepat membantahnya.

[br]

Pada hari Minggu, Presiden Iran Hassan Rouhani mendesak Eropa untuk menghindari ancaman atau tekanan dalam setiap negosiasi dengan Teheran.

Nasib kesepakatan nuklir Iran, yang secara resmi dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), telah digantung sejak mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara sepihak menarik diri Amerika pada 2018 dan menerapkan kembali sanksinya terhadap Teheran.

Menyusul kemenangan pemilu AS oleh Joe Biden pada November, AS, pihak-pihak Eropa dalam kesepakatan itu"Prancis, Jerman dan Inggris"dan Teheran telah mencoba untuk menyelamatkan kesepakatan itu.

"Cara terbaik untuk menyelesaikan masalah dengan mitra Eropa di berbagai tingkat bilateral, regional dan internasional, adalah negosiasi berdasarkan saling menghormati dan menghindari ancaman atau tekanan," kata Rouhani kepada Menteri Luar Negeri Irlandia Simon Coveney, seperti disampaikan pihak Kepresidenan Iran dalam sebuah pernyataan.

Irlandia bukan pihak dalam kesepakatan nuklir Iran, tetapi saat ini duduk di Dewan Keamanan PBB.

Presiden Iran mengkritik ketidakaktifan Eropa pada komitmen JCPOA dan menambahkan bahwa Iran berkomitmen untuk melestarikan JCPOA dan merupakan satu-satunya pihak yang telah membayar harga untuk itu.

"Tapi situasi ini tidak bisa berlanjut seperti sekarang," tegas Rouhani. "Mempertahankan dan menghidupkan kembali kesepakatan itu menuntut semua pihak untuk bertindak sesuai dengan komitmen mereka."

Editor
:
Sumber
: sindo

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Menjelang Perundingan Lanjutan, Ini Dilakukan Amerika Serikat ke Iran

Internasional

Donald Trump Tetap Meluncurkan Kampanye Militer Terhadap Iran, Terlepas dari Pengaruh Israel

Internasional

Jamaah Menunaikan Umroh dan Haji Tetap Aman, Meski di tengah eskalasi AS-Iran

Internasional

Apa di tekankan Perdana Menteri Pakistan Pada Amerika dan Iran..?

Internasional

Iran Mengancam Akan Menutup Sepenuhnya Selat Hormuz.

Internasional

Jangan Ada Aktivitas Militer di Selat Hormuz, Ini Peringatan Keras Iran