MATATELINGA. Yerusalem " Perang yang tak kunjung usai, Eskalasi ketegangan antara Palestina dan Israel terus semakin memanas. Hamas dilaporkan telah menembakkan serangan roket ke Israel hinnga menambah ketegangan semakin meningkat.Militer Israel mengatakan 150 roket ditembakkan dari Gaza. Mayoritas roket dicegat oleh sistem pertahanan Iron Dome.
Baca Juga:Kian Terus Terjadi, Kini Gempa Berkekuatan M4,9 Guncang Sinabang AcehSaat ini militer Israel melanjutkan operasinya, mengklaim jet Israel telah menyerang "terowongan teror" ofensif di Gaza. Militer mengatakan terowongan itu digunakan untuk memfasilitasi serangan di wilayah Israel.Pada Senin (10/05/2021), Hamas mengatakan telah meluncurkan lebih dari 100 roket ke Israel. Rentetan roket terbaru telah menargetkan Ashkelon, sebuah kota yang terletak cukup dekat dengan perbatasan utara Jalur Gaza.Merepon hal ini, Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengutuk kekerasan terbaru di wilayah tersebut."Penembakan roket terhadap warga sipil tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun - dan tentu saja tidak ada kontribusi untuk menyelesaikan konflik, tetapi peningkatan kekerasan baru yang tidak masuk akal," kata Maas dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga:Kapolda Sumut Cek Kesehatan Satwa Turangga"Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mencegah korban sipil lebih lanjut,” lanjutnya.Selain itu, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan "semua pihak perlu deeskalasi" di Timur Tengah.[br]Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan Inggris "mengutuk penembakan roket ke Yerusalem dan lokasi di dalam Israel." Dia menyerukan penurunan ketegangan di semua sisi.Duta Besar Uni Eropa untuk Israel Emanuele Giaufret juga mengatakan dia "sangat prihatin" dengan meningkatnya ketegangan antara Israel dan Palestina.
Baca Juga:Polsek Teluk Rengkudu Ringkus 2 Pelaku CuratSementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berjanji akan menanggapi dengan keras serangan roket yang datang dari Jalur Gaza."Israel akan menanggapi dengan kekuatan besar. Kami tidak akan mentolerir serangan di wilayah kami, ibu kota kami, warga kami dan tentara kami," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan. Dia menuduh Hamas melewati garis merah karena serangannya ke Yerusalem.[br]"Mereka yang menyerang kami akan membayar mahal," katanya, seraya menambahkan bahwa pertempuran mungkin akan berlangsung "beberapa waktu."
Baca Juga:Sholat Idul Fitri, dan zakat Fitrah 1442 H pada masa pandemi Covid-19Menurut kantor berita AFP, Mesir dan Qatar dilaporkan bekerja untuk mengurangi ketegangan antara kedua pihak.Saat ini, otoritas Palestina di Jalur Gaza mengatakan 20 orang tewas setelah serangan udara Israel. Termasuk sembilan anak, dengan 65 orang terluka. Militer Israel mengatakan delapan militan tewas dalam serangan itu. (Mtc/Okz)