MATATELINGA. Jakarta - Para pemimpin pemberontak Taliban masih melakukan perundingan internal dan pertemuan dengan para mantan saingan seminggu setelah merebut kekuasaan di Afghanistan untuk membentuk "pemerintahan Islami yang inklusif" seperti yang telah mereka janjikan.Mohamad Naeem selaku juru bicara politik Taliban mengatakan bahwa para pemimpin Taliban senior mengadakan pertemuan baru pada Sabtu (21/08/2021) dengan para tokoh terkemuka di Obu Kota Afghanistan untuk bertukar pendapat mengenai sistem pemerintahan di masa depan.
Baca Juga:Dikuasai Taliban, Negara Miskin Namun Memiliki Mineral Senilai 1 Triliun Dolar ASDia mengutip seorang pemimpin senior, Shahabuddin Dilawar, yang mengatakan Taliban menginginkan "sistem pusat kuat yang menghormati supremasi hukum, bebas dari korupsi dan setiap warga berpeluang untuk mengabdi kepada negara dan bangsa."Bahwa kerangka kerja pembentukan pemerintahan baru itu akan diumumkan segera. Ucap para pejabat Taliban di Kabul, pada Sabtu (21/08/2021)Taliban membuka dialog politik setelah mengeluarkan amnesti bagi semua yang pernah mengabdi atau menjadi bagian dari bekas pemerintahan Afghanistan. (Mtc/Okz)