Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Studi Ungkapkan Efek Samping Dari Vaksinasi

Studi Ungkapkan Efek Samping Dari Vaksinasi

- Minggu, 29 Agustus 2021 07:00 WIB
GOOGLE
Ilustrasi
MATATELINGA. Studi menunjukkan vaksin AstraZeneca memang meningkatkan risiko penggumpalan darah dan kondisi serius lainnya yang dapat mengakibatkan pendarahan. StudiI mengungkapkan efek samping dari vaksin AstraZeneca lebih kecil dibandingkan risiko setelah terpapar virus corona (Covid-19).

Peneliti utama Prof Julia Hippisley-Cox mengatakan penting bagi masyarakat untuk menyadari risiko vaksin, namun tetap dalam konteks, mengingat risiko itu akan semakin tinggi bila terinfeksi Covid-19.

Peneliti lainnya Prof Aziz Sheikh menambahkan temuan ini "dengan jelas menekankan" pentingnya vaksinasi untuk mengurangi risiko penggumpalan darah dan pendarahan ini.

Baca Juga:Pemulihan Ekonomi Masyarakat dan Pembangunan Infrastruktur Dasar Menjadi Fokus Bobby Nasution Di Tahun 2022

Vaksinasi, katanya, menawarkan "manfaat yang sangat besar bagi kesehatan masyarakat"..

Namun, studi tersebut juga menemukan, munculnya risiko yang sama setelah infeksi virus corona jauh lebih tinggi.

Para peneliti menemukan untuk setiap 10 juta orang yang divaksinasi dengan vaksin AstraZeneca:

107 orang dirawat di rumah sakit atau meninggal karena trombositopenia, yang dapat menyebabkan pendarahan dalam, namun itu hampir sembilan kali lebih rendah daripada risiko seseorang mengalami kondisi yang sama setelah terinfeksi virus corona.

66 orang dirawat di rumah sakit atau meninggal karena pembekuan darah di pembuluh darah, tapi itu hampir 200 kali lebih rendah daripada risiko kejadian yang sama setelah infeksi

Dan untuk setiap 10 juta orang yang divaksinasi dengan vaksin Pfizer, ditemukan:

143 orang mengalami stroke. Namun, itu hampir 12 kali lebih rendah daripada risiko setelah infeksi.

Tim peneliti yang dipimpin Universitas Oxford itu menemukan peningkatan risiko stroke setelah vaksinasi dengan Pfizer - tetapi lagi-lagi pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada setelah infeksi.

[br]

Para peneliti mengatakan, ini menunjukkan manfaat "sangat besar" dari vaksinasi.

Hasil ini diumumkan setelah koroner menyatakan pada Kamis (26/08) bahwa presenter BBC Radio Newcastle Lisa Shaw meninggal karena komplikasi dari vaksin AstraZeneca.

Perempuan berusia 44 tahun itu meninggal pada Mei lalu setelah mengalami sakit kepala selama seminggu menyusul suntikan dosis pertamanya. Ia menderita pembekuan darah di otak.

Tim peneliti memeriksa catatan medis lebih dari 29 juta orang yang menerima dosis pertama vaksin Covid antara bulan Desember dan April, serta hampir 1,8 juta orang yang terinfeksi virus.

Studi tersebut, yang diterbitkan dalam British Medical Journal, mencari komplikasi yang terjadi hingga 28 hari setelah suntikan vaksin atau infeksi virus. (Mtc/Okz)

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Internasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Internasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Internasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Internasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Internasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU