Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Penjara Ekuador Berdarah 68 Nyawa Melayang dan 25 Terluka

Penjara Ekuador Berdarah 68 Nyawa Melayang dan 25 Terluka

Redaksi - Minggu, 14 November 2021 09:30 WIB
Hand over
Penjara Ekuador Berdarah 68 Nyawa Melayang dan 25 Terluka, Minggu (14/11/2021)
MATATELINGA. Quito - Perang geng pecah di sebuah penjara di kota Guayaquil, Ekuador pada Jum'at malam. Sedikitnya 68 tahanan tewas dan 25 lainnya cedera. Demikian pernyataan kantor jaksa agung Ekuador Sabtu.

Presiden Ekuador, Guillermo Lasso, melalui akun Twitternya mengecam hakim pengadilan. Dia menuduh mereka membatasi kemampuan negara untuk memerangi kekerasan dengan membatasi keadaan darurat 60 hari dalam sistem penjara " yang diumumkan pada akhir September " yang bertujuan untuk membebaskan pendanaan dan memungkinkan kontrol yang lebih tinggi dengan bantuan militer.

“Tugas dasar negara adalah menjamin kehidupan warga negara, tanpa diskriminasi. Itu adalah hak asasi manusia yang mendasar," cuit Lasso.

“Sayangnya, hari ini pekerjaan itu dibuat tidak mungkin oleh keputusan pengadilan yang memberlakukan pembatasan berlebihan pada koordinasi antara pasukan keamanan negara untuk mempertahankan hidup. Mereka tidak mengizinkan kami untuk mempertahankan hidup,” katanya.

Baca Juga:Wali Kota Medan : Hasil Pemeriksaan Akan Menjadi Panduan Dalam Memperbaiki Pelayanan

Lasso, seorang mantan bankir berusia 65 tahun, mengatakan negara membutuhkan alat konstitusional untuk melindungi penduduk, memulihkan ketertiban di penjara dan melawan mafia yang mendapat untung dari kekacauan.

Mantan direktur intelijen militer Ekuador, Kolonel Mario Pazmino, mengatakan kekerasan terbaru menunjukkan bahwa pemerintah tidak mampu memerangi ancaman yang telah lepas kendali sejak lama.

Dikatakan Pazmino kekerasan meningkat ketika geng kriminal lokal mulai bekerja untuk kartel-kartel narkoba yang saling bersaing Sinaloa Meksiko dan Jalisco Generasi Baru.

“Tingkat korupsi sangat tinggi sehingga staf dan petugas penjara benar-benar korup dan para tahanan menjalankan penjara,” ujar Pazmino. Seperti dikutip dari Sindonews,Minggu (14/11/2021).

"Ini benar-benar kekacauan," imbuhnya.

"Situasi ini diperburuk oleh sistem peradilan yang tidak beroperasi yang berarti banyak tahanan dipenjara sebelum hukuman," kata Pazmino, yang mengarah pada kepadatan dan bercampurnya penjahat yang sangat berbahaya dengan tahanan yang dipenjara karena dugaan pencurian atau penggunaan narkoba.

[br]

Sebanyak 11 orang ditemukan gantung diri di penjara yang sama pada Oktober. Pihak berwenang mengatakan mereka mungkin bunuh diri.

Pembantaian terakhir terjadi di penjara Litoral, penjara yang sama di mana setidaknya 119 narapidana kehilangan nyawa mereka lebih dari sebulan sebelumnya dalam kerusuhan penjara paling mematikan di negara itu.

Operasi polisi sejak keadaan darurat diumumkan " terutama di penjara Litoral " telah menemukan penyimpanan senjata, granat, pisau, amunisi, ponsel dan obat-obatan.

Ini adalah pertumpahan darah terbaru dalam gelombang kekerasan di penjara Ekuador tahun ini yang mendorong korban tewas menjadi lebih dari 280 narapidana. Skala dan kebiadaban kekerasan antara geng-geng penyelundup narkoba yang bersaing memperebutkan kendali penjara telah mengejutkan negara itu.

Pembantaian terbaru tidak terkecuali. Video di media sosial yang konon diposting oleh narapidana semalam menunjukkan para korban dipukuli dan dibakar hidup-hidup di halaman penjara.

[br]

Video lain menunjukkan tahanan meminta bantuan untuk menghentikan kekerasan saat tembakan dan ledakan terdengar di belakang mereka. The Guardian tidak dapat secara independen memverifikasi asal video tersebut.

Menurut gubernur provinsi Guayas tempat Guayaquil berada, Pablo Arosemena, pertumpahan darah itu dipicu oleh kekosongan kekuasaan setelah pembebasan seorang pemimpin geng.

“Blok sel lain dengan kelompok lain ingin menaklukkan mereka, masuk ke dalam dan melakukan pembantaian total,” katanya dalam konferensi pers, seperti dikutip dari media yang berbasis di Inggris itu, Minggu (14/11/2021).

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Internasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk

Internasional

Pemprov Sumut Genjot Pembangunan Infrastruktur Terpadu Lewat Program INSTANSI

Internasional

Polwan Polda Sumut Laksanakan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa di Kantor Gubernur Sumut, Dengan Humanis