Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika, WHO Minta Dunia Waspada Akan Penularannya

Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Afrika, WHO Minta Dunia Waspada Akan Penularannya

Redaksi - Sabtu, 27 November 2021 08:45 WIB
Hand over
Ilustrasi
MATATELINGA. Washington - Sejumlah negara langsung menangguhkan perjalanan dari Afrika Selatan (Afsel), tempat mutasi baru itu ditemukan. Hal itu atas penemuan varian virus corona baru yang diberi nama Omicron telah memicu alarm global pada Jum'at (26/11/2021).

Varian ini memiliki protein lonjakan yang secara dramatis berbeda dengan yang ada pada virus Corona asli yang menjadi dasar vaksin, menurut Badan Keamanan Kesehatan Inggris. Ini meningkatkan kekhawatiran tentang bagaimana vaksin saat ini akan berkembang.

"Seperti yang dijelaskan para ilmuwan, varian paling signifikan yang mereka temui hingga saat ini," kata Menteri Transportasi Inggris, Grant Shapps kepada wartawan.

Baca Juga:304 Pesilat Ikuti Turnamen Pencak Silat Piala Kapolda Jatim

Kekhawatiran itu memukul pasar keuangan, terutama saham maskapai penerbangan dan lainnya di sektor perjalanan, dan minyak, yang anjlok sekitar USD10 per barel. Amerika Serikat (AS) langsung membatasi perjalanan dari Afsel. Sementara Kanada mengatakan akan menutup perbatasannya dengan negara-negara tersebut, menyusul larangan penerbangan yang diumumkan oleh Inggris, Uni Eropa, dan negara-negara lainnya.

Larangan penerbangan dari Afsel sempat menyebabkan ratusan penumpang dua penerbangan KLM dari Cape Town dan Johannesburg terdampar di landasan selama berjam-jam di Bandara Schipol, Amsterdam, sebelum akhirnya mereka dipindahkan untuk pengujian. Beberapa negara lain termasuk India, Jepang, Israel, Turki, Swiss, dan Uni Emirat Arab juga memperketat pembatasan perjalanan.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan, varian B11529 bernama Omicron harus mendapat perhatian lebih. Meski demikian, masih butuh waktu berminggu-minggu bagi para ilmuwan untuk sepenuhnya memahami mutasi varian ini. WHO berusaha untuk menentukan apakah Omicron lebih menular daripada varian lain dan apakah vaksin efektif untuk melawannya.

"Sangat penting bahwa tidak ada tanggapan spontan di sini," kata Direktur Kedaruratan WHO, Mike Ryan. Ia memuji lembaga kesehatan masyarakat Afsel karena mengambil varian baru dari virus Corona yang menyebabkan COVID-19.

[br]

Menteri Kesehatan Afsel, Joe Phaahla menyebut pembatasan perjalanan "tidak dapat dibenarkan", meskipun ia juga mengatakan studi awal menunjukkan varian baru mungkin lebih menular.

"Varian baru dari virus COVID-19 ini sangat mengkhawatirkan. Ini adalah versi virus yang paling banyak bermutasi yang pernah kita lihat hingga saat ini," kata Profesor Lawrence Young, ahli virologi di Universitas Warwick Inggris, seperti dikutip dari Sindonews, Sabtu (27/11/2021).

"Beberapa mutasi yang mirip dengan perubahan yang telah kita lihat pada varian lain yang menjadi perhatian terkait dengan peningkatan penularan dan dengan resistensi parsial terhadap kekebalan yang disebabkan oleh vaksinasi atau infeksi alami," lanjutnya.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Internasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Internasional

China: Keputusan Pengadilan Panama Tidak Masuk Akal ,,?

Internasional

Gencatan Senjata Kembali Terjadi, Amerika Serikat dengan Iran di Selat Hormuz

Internasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Internasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari