Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Ledakan Keras Terdengar Di Dekat Fasilitas Utama Nuklir Natanz Iran

Ledakan Keras Terdengar Di Dekat Fasilitas Utama Nuklir Natanz Iran

Redaksi - Minggu, 05 Desember 2021 09:00 WIB
Hand over
Ledakan Keras Terdengar Di Dekat Fasilitas Utama Nuklir Natanz Iran, Sabtu (4/12/2021)
MATATELINGA. Teheran - Ledakan keras dibarengi dengan kilatan cahaya di langit terjadi pada pukul 20.15 malam waktu setempat. Ledakan keras itu terdengar di dekat fasilitas nuklir utama Natanz Iran, pada Sabtu (4/12/2021).

Pejabat tinggi Israel memperbarui ancaman mereka terhadap Teheran pekan lalu ketika Iran dan kekuatan dunia dalam perjanjian nuklir 2015berkumpul kembali di Wina dalam upaya untuk memulihkan kesepakatan yang ditinggalkan secara sepihak oleh Amerika Serikat (AS) pada 2018.

Pembicaraan putaran ketujuh, yang berakhir pada hari Jumat, tidak menjanjikan, semakin mengungkap kesenjangan antara Iran dan Barat. Putaran kedelapan diharapkan dilakukan pada minggu depan.

Baca Juga:Vladimir Putin Lakukan Kontak Telepon Dengan Recep Tayyip Erdogan, Ada Apa?

Israel telah menjadi lawan paling vokal dari kesepakatan itu, dan mendukung dengan sungguh-sungguh ketika mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri, menjatuhkan sanksi keras pada Teheran.

Program nuklir Iran telah meningkat secara signifikan setelah penarikan AS dari kesepakatan, dan negara itu sekarang memperkaya uranium hingga 60 persen, jauh lebih tinggi dari batas 3,67 persen yang ditetapkan dalam perjanjian.

Saat pembicaraan Wina sedang berlangsung, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengumumkan bahwa Iran telah mengambil langkah lain untuk memajukan upaya nuklirnya, sekarang memperkaya uranium hingga kemurnian 20 persen di fasilitas bawah tanah Fordow.

Laporan awal berspekulasi insiden yang terjadi di Badroud, 20km dari tempat fasilitas pengayaan berada, adalah sistem pertahanan rudal permukaan ke udara Iran menargetkan objek musuh, kemungkinan besar drone.

[br]

Sebuah outlet berita yang dekat dengan pasukan keamanan Iran, Nournews, mengkonfirmasi sebuah rudal pertahanan udara ditembakkan dan meledak di langit, tetapi mengatakan itu adalah bagian dari uji reaksi cepat.

Stasiun televisi pemerintah Iran kemudian mengkonfirmasi laporan ini, mengatakan bahwa tes itu adalah bagian dari latihan yang secara teratur dilakukan di bawah pengawasan otoritas pertahanan udara setempat. Tidak ada kerusakan yang terjadi di daerah setempat sebagai bagian dari tes seperti dikutip dari Sindonews, Minggu (5/12/2021).

Insiden itu terjadi ketika Israel telah berulang kali mengancam Iran dengan aksi militer, berjanji untuk tidak mengizinkan Negeri Mullah itu memperoleh senjata nuklir.

Iran telah menyatakan bahwa mereka tidak akan pernah mencari senjata nuklir, bertentangan dengan Israel yang memiliki puluhan senjata nuklir.

[br]

Fasilitas nuklir Natanz sebelumnya menjadi sasaran sabotase dan Iran kerap menuding Israel menjadi biang keladinya. Iran menuding dua serangan fasiltas nuklir Natanz sejak tahun lalu dan satu lagi pada awal tahun ini, yang terjadi pada pada sebuah bengkel sentrifugal di Karaj, dilakukan oleh Israel. Iran menyebut negara Zionis itu sebagai “terorisme nuklir”.

Pejabat senior militer Iran secara teratur menanggapi ancaman Israel dengan mengatakan Israel tidak berani menyerang karena akan menghadapi respons yang merusak.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Internasional

Demi Akhiri Perang dengan AS, Iran Serahkan 14 poin

Internasional

Akibat Blokade Amerika Serikat, Selat Hormuz Kembali di Tutup Iran

Internasional

Trump Memerintahkan Angkatan Laut AS Memblokade Pelabuhan Pelabuhan Iran, Untuk Apa..?

Internasional

Untuk Keamanan Maritim di Selat Hormuz, Inggris dan Prancis Negara Negara Bergabung

Internasional

Iran Umumkan Aturan Baru untuk Transit Selat Hormuz