MATATELINGA. Bogota - Mencekam, bandara kota Cucuta di serangan bom kembar yang menewaskan dua petugas polisi. Pemerintah Kolombia menetapkan hal tersebut sebagai serangan teroris. Hal itu diumumkan langsung oleh Presiden Kolombia Ivan Duque.Bandara Internasional Camilo Daza, di ibu kota Departemen Norte de Santander timur laut, dilanda dua ledakan pada Selasa pagi waktu setempat.Ledakan pertama terjadi pada pagi hari ketika tersangka pelaku mencoba membawa bom ke lapangan bandara dengan memanjat pagar. Perangkat itu diyakini meledak sebelum waktunya dan membunuh tersangka.
Baca Juga:Gelar Pelatihan Identifikasi dan Penanganan Kasus Kekerasan Berbasis Gender, Ini Harapan IOMPerangkat kedua meledak satu jam kemudian ketika regu penjinak bom tiba di lokasi dan mulai menyisir daerah itu. Bom itu dilaporkan disembunyikan di dalam tas, dengan ledakan yang menewaskan dua petugas.Duque di Twitter nya menuliskan, "Kami menolak serangan teroris pengecut yang terjadi di kota Cucuta," tulis nya seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (15/12/2021).Ia menambahkan bahwa militer dan polisi melakukan segalanya untuk melacak mereka yang bertanggung jawab.Pada bulan Juni, sebuah helikopter yang membawa Duque dan beberapa pejabat tinggi Kolombia ditembaki oleh penyerang tak dikenal tidak jauh dari bandara Camilo Daza. Pesawat mengalami beberapa kerusakan, tetapi dapat dengan aman mencapai lapangan terbang di Cucuta.Beberapa kelompok gerilya anti-pemerintah, termasuk sisa-sisa faksi pemberontak FARC, saat ini beroperasi di Norte de Santander.