MATATELINGA. Riyadh - Beralasan melawan kodrat, Arab Saudi menolak resolusi PBB tentang orientasi seksual.Abdallah Al-Mouallimi selaku Perwakilan Tetap Arab Saudi untuk PBB menegaskan bahwa kodrat manusia diciptakan Tuhan dari pasangan laki-laki dan perempuan.“Pengenaan nilai dan konsep yang tidak sesuai dengan kodrat ilahi ini ditolak oleh negara-negara yang budaya, identitas agama, adat dan tradisinya menolak nilai dan konsep ini," ujarnya.
Baca Juga:Ketua PWI Pusat Melantik Farianda Ketua PWI dan Pengurus Sumut"Dari perspektif keyakinan kuat Kerajaan [Arab Saudi] bahwa setiap negara memiliki hak untuk memberlakukan undang-undang dan peraturan sesuai dengan nilai-nilai moral masyarakat mereka dan sesuai dengan budaya dan identitas agama mereka, dan karena para sponsor resolusi mengabaikan kami," katanya. Seperti dikutip dari Sindonews, Minggu (18/12/2021)."Menyikapi istilah dan konsep yang sangat sensitif yang terkandung dalam teks resolusi tersebut, Kerajaan Arab Saudi memiliki keberatan terhadap apa yang tertuang dalam draft resolusi No. A/C.3/76/L.45/Rev.1 berjudul “Penguatan Peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam Mempromosikan Demokratisasi dan Meningkatkan Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang Berkala dan Adil,” katanya.Abdallah Al-Mouallimi, mengatakan bahwa Tuhan menciptakan pria dan wanita. Dia menggarisbawahi bahwa apa yang bukan pria dan wanita adalah "melawan kodrat". Baca juga: Hebohkan Arab Saudi, Pemuda Ini Tanpa Sadar Nikahi Mantan Istri Ayahnya.[br]"Mengenai istilah orientasi seksual dan identitas gender, terminologi semacam itu bertentangan dengan sejarah Arab Saudi, serta suara dan undang-undang di banyak negara," katanya, seperti dikutip Saudi Gazette, Sabtu (18/12/2021).Al-Mouallimi menekankan bahwa praktik demokrasi internasional didasarkan pada landasan moral yang menghormati nilai-nilai dan budaya bangsa lain.