MATATELINGA. Teheran - Setelah menerima undangan dari rekannya Presiden Vladimir Putin, Presiden Iran Ebrahim Raisi akan mengunjungi Rusia. Hal itu diungkapkan juru bicara pemerintah Iran.Rusia dan Iran memiliki hubungan baik dan merupakan sekutu utama Presiden Bashar al-Assad dalam Perang Saudara yang panjang di Suriah.Rusia juga merupakan salah satu pihak dalam perjanjian nuklir 2015 antara Iran dan kekuasaan dunia di mana Teheran diberikan bantuan sanksi dengan imbalan pembatasan terhadap program nuklirnya.
Baca Juga:Edy Rahmayadi Curhat ke Sofyan Djalil Soal Pembangunan Bendungan di Sumut yang Terkendala Persoalan TanahMoskow telah mengambil bagian dalam negosiasi yang berkelanjutan di Wina, Austria untuk menghidupkan kembali kesepakatan setelah itu presiden Amerika Serikat (AS) sebelumnya Donald Trump menarik diri pada tahun 2018. Langkah itu dibarengi dengan memberlakukan kembali sejumlah sanksi yang mendorong Iran untuk membatalkan beberapa komitmennya."Putin telah mengundang Raisi ke Moskow awal tahun depan dalam kerangka interaksi strategis antara Iran dan Rusia," kata Ali Bahadori Jahromi.Bahadori Jahromi mengatakan, "Kunjungan ini akan mengatasi kerja sama bilateral, regional dan nasional dan khususnya kerja sama ekonomi dan komersial," sambung nya seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (29/12/2021).Presiden Iran terakhir yang mengunjungi Rusia adalah Hassan Rouhani pada bulan Maret 2017.[br]Raisi, seorang konservatif garis keras, mengambil alih dari kuris presiden Iran dari Rouhani pada bulan Agustus.Menurut situs web Kremlin, undangan itu diperpanjang oleh Putin awal bulan ini selama konferensi pers bersama saat mengunjungi Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis.