MATATELINGA. Lisbon - Sangat mudah tertular dan banyak pula awak kapal terpapar, Otoritas pelabuhan juga melaporkan bahwa beberapa penumpang juga dinyatakan positif. Kapal pesiar Jerman yang terjebak di pelabuhan Lisbon, Portugal karena wabah virus corona di antara awaknya, akhirnya menghentikan pelayaran pada Minggu (2/1/2022).Rekaman awak media menunjukkan penumpang masih menikmati matahari sore di geladak dengan minuman mereka, dan media lokal mengatakan turun akan dimulai setelah pukul 6 pagi pada hari Senin. Awak yang dites positif antara Rabu dan Jumat dipindahkan ke hotel Lisbon dan diisolasi di sana.Pada hari Kamis, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyarankan orang untuk menghindari bepergian dengan kapal pesiar terlepas dari status vaksinasi mereka. Langkah itu memberikan pukulan lain bagi industri yang baru kembali ke laut pada Juni setelah penangguhan pelayaran selama berbulan-bulan yang disebabkan oleh pandemi.
Baca Juga:Soal Perang Nuklir, Rusia Komentari Pernyataan Bersama Lima NegaraKapal pesiar AIDAnova, dengan 2.844 penumpang dan 1.353 awak di dalamnya merapat di Lisbon pada 29 Desember saat dalam perjalanan ke pulau Madeira untuk perayaan Malam Tahun Baru. Tetapi, kapal itu tidak dapat melanjutkan perjalanan setelah 52 kasus COVID-19 terdeteksi di antara kru yang sepenuhnya telah divaksinasi. Seperti dikutip dari Sindonews, Selasa (4/01/2022).kapten pelabuhan Diogo Vieira Branco kepada radio TSF mengatakan, “Kapal telah diizinkan untuk meninggalkan pelabuhan dan menuju ke pulau Lanzarote di Spanyol pada hari Minggu. Tetapi sekarang 12 orang lainnya dinyatakan positif, termasuk empat penumpang,” kata nya."Protokol perusahaan segera ditindaklanjuti, dengan mereka yang terinfeksi, yang tidak menunjukkan gejala atau menunjukkan gejala ringan, segera diisolasi di kapal. Dan, perusahaan memutuskan untuk mengakhiri pelayaran dan menurunkan penumpang," lanjut Branco.Para penumpang akan diangkut pulang melalui udara, tambahnya, tanpa merinci kapan akan dilakukan. Perusahaan, AIDA Cruises, yang merupakan anak perusahaan dari Carnival Corp, tidak menjawab permintaan komentar Reuters.