Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Siapkan Anggaran Besar, Thailand Incar Jet Tempur Siluman F-35, Ada Apa?

Siapkan Anggaran Besar, Thailand Incar Jet Tempur Siluman F-35, Ada Apa?

Redaksi - Sabtu, 15 Januari 2022 08:05 WIB
Hand over
Jet tempur siluman F-35
MATATELINGA. Bangkok - Platform yang dipertimbangkan termasuk jet tempur siluman F-35 buatan Lockheed Martin Amerika Serikat (AS). Thailand menyiapkan anggaran sebesar THB13,8 miliar (lebih dari Rp5,9 triliun) untuk membeli pesawat tempur baru pada 2023.

Juru bicara RTAF Air Vice Marshal (AVM) Prapas Sonjaidee mengatakan RTAF ingin memperoleh pesawat tempur paling modern dan mampu yang memenuhi anggaran layanan dan persyaratan operasional.

Untuk tujuan ini, layanan tersebut telah membentuk dua komite yang akan mengidentifikasi persyaratan dan mengevaluasi platform termasuk F-35 Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) Lockheed Martin. Seperti dikutip dari Sindonews, Sabtu (15/01/2022).

Baca Juga:Di Tengah Ketegangan dengan Ukraina, Rusia Luncurkan Pesawat Pembom Terbaru

“Kami akan memilih pesawat yang paling tepat,” kata Prapas. “Ini mungkin F-35 atau mungkin platform lain. Namun, kami ingin membeli pesawat tempur generasi berikutnya dan komite pengadaan kami akan menilai platform yang sesuai.”

"Proses evaluasi ini akan berlanjut hingga tahun depan, dan pada 2023, kami akan memulai proses pembelian pesawat tempur baru. Kami akan membeli empat pesawat untuk memulai.”

Dalam menguraikan alasan untuk pengadaan platform baru, Prapas mengatakan F-16 RTAF menjadi tidak berkelanjutan.

Dia juga menunjuk pengadaan pesawat tempur di seluruh Asia-Pasifik, menyoroti strategi pengadaan pertahanan Thailand, yang sering difokuskan pada menjaga keseimbangan dengan tetangga regional.mengatakan RTAF ingin memperoleh pesawat tempur paling modern dan mampu yang memenuhi anggaran layanan dan persyaratan operasional.

[br]

Untuk tujuan ini, layanan tersebut telah membentuk dua komite yang akan mengidentifikasi persyaratan dan mengevaluasi platform termasuk F-35 Lightning II Joint Strike Fighter (JSF) Lockheed Martin.

“Kami akan memilih pesawat yang paling tepat,” kata Prapas. “Ini mungkin F-35 atau mungkin platform lain. Namun, kami ingin membeli pesawat tempur generasi berikutnya dan komite pengadaan kami akan menilai platform yang sesuai.”

"Proses evaluasi ini akan berlanjut hingga tahun depan, dan pada 2023, kami akan memulai proses pembelian pesawat tempur baru. Kami akan membeli empat pesawat untuk memulai.”

Dalam menguraikan alasan untuk pengadaan platform baru, Prapas mengatakan F-16 RTAF menjadi tidak berkelanjutan.

[br]

Dia juga menunjuk pengadaan pesawat tempur di seluruh Asia-Pasifik, menyoroti strategi pengadaan pertahanan Thailand, yang sering difokuskan pada menjaga keseimbangan dengan tetangga regional.

Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) telah menerima persetujuan dari pemerintah untuk melanjutkan rencana pengadaan pesawat tempur baru untuk menggantikan armada F-16A/B Fighting Falcons Lockheed Martin yang sudah tua.

Prapas Sonjaidee mengatakan kepada Janes pada 12 Januari bahwa kabinet Thailand telah menyetujui pengadaan empat pesawat untuk tahap awal senilai THB13,8 miliar.

Dana tersebut, katanya, akan bersumber dari anggaran pertahanan Thailand selama empat tahun ke depan.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Pengembangan ke Aceh Polrestabes Medan Sita 52 Kg Sabu asal Thailand

Internasional

Polda Sumut Ungkap Peredaran 29 Kg Sabu Jaringan Thailand

Internasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Internasional

FWK Dorong Optimisme Nasional Hadapi Tekanan 2026