Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Washington Ancam Akan Respons Kuat Jika Rusia Kerahkan Senjata Nukir di Dekat AS

Washington Ancam Akan Respons Kuat Jika Rusia Kerahkan Senjata Nukir di Dekat AS

Redaksi - Rabu, 19 Januari 2022 08:20 WIB
Hand over
Washington Ancam Akan Respons Kuat Jika Rusia Kerahkan Senjata Nukir di Dekat AS, Selasa (18/01/2022)
MATATELINGA. Washington - Suasana semakin memanas dan mencekam, jika Rusia mengerahkan senjata nuklir di negara-negara Amerika Latin atau di dekat Amerika Serikat (AS). Washington mengancam akan memberikan respons kuat atas tindakannya.

Seminggu sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Sergei Ryabkov mengisyaratkan bahwa Rusia tetap terbuka untuk mengerahkan beberapa jenis infrastruktur militer di Amerika Latin.

"Saya tidak ingin mengkonfirmasi apa pun, saya juga tidak akan mengesampingkan apa pun," katanya.

Baca Juga:Houthi Serang Abu Dhabi, Koalisi Saudi Gempur Yaman Habis-habisan

Pada bulan Desember, beberapa hari sebelum publikasi proposal keamanan kembar Rusia ke AS dan NATO, Ryabkov mengatakan bahwa Rusia “menawarkan alternatif” untuk mengulangi skenario gaya Krisis Rudal Kuba.

"Termasuk non-penempatan senjata semacam ini di dekat perbatasan kita, penarikan pasukan dan aset yang mengacaukan situasi, penolakan terhadap tindakan provokatif, termasuk berbagai latihan," katanya.

“Tapi kami butuh jaminan, dan jaminan itu harus legal,” tegas Ryabkov.

Ancaman itu muncul setelah juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Moskow mempertimbangkan menempatkan rudal-rudalnya di beberapa negara Amerika Latin atau untuk melawan penempatan pasukan militer AS dan NATO di dekat Rusia.

[br]

Duta Besar AS untuk PBB Linda Thomas-Greenfield mengatakan Washington tidak akan terintimidasi oleh brainstorming agresif Rusia tentang menempatkan perangkat keras militer atau bahkan rudal berhulu ledak nuklir di dekat Amerika Serikat.

“Rusia menarik setiap sedotan dari keranjang yang bisa mereka tarik untuk mengintimidasi kami agar mengizinkan mereka mengambil tindakan ini. Mereka tahu bahwa jika mereka mengambil tindakan agresif terhadap Amerika Serikat, mereka dapat mengharapkan respons, dan respons itu akan menjadi respons yang kuat," kata Thomas-Greenfield kepada Washington Post Live pada hari, Selasa (18/01/2022).

“Saya tahu bahwa mereka mencoba merespons dengan cara untuk mengintimidasi dunia, tetapi kami tidak akan membiarkan diri kami diintimidasi, kami juga tidak akan membiarkan Ukraina diintimidasi untuk membahayakan keamanannya sendiri,” lanjut diplomat Amerika tersebut.

Thomas-Greenfield tidak merinci mengapa penempatan militer Rusia yang murni hipotetis di dekat pantai AS akan menjadi "agresif" sementara penumpukan AS dan NATO yang sedang berlangsung di depan pintu Moskow tidak.

[br]

Presiden Vladimir Putin dan pejabat Rusia lainnya telah berulang kali menyatakan keprihatinan tentang pembangunan fasilitas pertahanan rudal AS di Polandia dan Rumania yang dapat dengan mudah diubah untuk menembakkan rudal jelajah Tomahawk berhulu ledak nuklir jauh ke pedalaman Rusia.

Bulan lalu, Putin juga memperingatkan bahwa penyebaran rudal AS di Ukraina akan berarti waktu penerbangan ke Moskow hanya 4-5 menit jika terjadi perang. Seperti dikutip dari Sindonews, Rabu (19/01/2022).

Pada hari Senin, ketika ditanya apakah Rusia sedang mempertimbangkan penempatan rudal di Kuba atau Venezuela, Peskov mengatakan: "Jelas, dalam konteks situasi saat ini, Rusia sedang menjajaki opsi yang akan memastikan keamanannya.”

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Trump Memerintahkan Angkatan Laut AS Memblokade Pelabuhan Pelabuhan Iran, Untuk Apa..?

Internasional

Washington ke Jalur Diplomatik dan Permohonan kepada Iran,..Iran Tidak Boleh Lengah

Internasional

"Standar Ganda" Diterapkan Washington, Hambatan Terbesar Menuju Kesepakatan

Internasional

Kapan Berakhir Perang Timur Tengah, Donald Trump Belum Bisa Pastikan

Internasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Internasional

Mahkamah Agung AS Memutuskan, Trump Telah Melampaui Wewenang Kepresidenannya