Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Korut Isyaratkan Akan Uji Senjata Nuklir Lagi Setelah Permusuhan dengan AS Kembali Memanas

Korut Isyaratkan Akan Uji Senjata Nuklir Lagi Setelah Permusuhan dengan AS Kembali Memanas

Redaksi - Kamis, 20 Januari 2022 10:00 WIB
Hand over
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un
MATATELINGA. Seoul - Retorika tes senjata berbahaya muncul ketika permusuhannya dengan Amerika Serikat (AS) semakin sengit. Korea Utara (Korut) mengisyaratkan akan melanjutkan uji coba senjata nuklir dan rudal balistik jarak jauh.

Potensi dimulainya kembali uji coba nuklir dan rudal balistik jarak jauh datang pada saat yang sulit di kawasan itu, di mana satu-satunya sekutu utama Kim Jong-un, China, akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin bulan depan dan Korea Selatan bersiap untuk pemilihan presiden pada bulan Maret.

Pemimpin Korea Utara itu mengumumkan moratorium uji coba nuklir dan ICBM yang diberlakukan sendiri pada 2018. Namun, dia mengancam akan mencabutnya setelah pembicaraan dengan presiden saat itu Donald Trump gagal pada 2019.

Baca Juga:Washington Ancam Akan Respons Kuat Jika Rusia Kerahkan Senjata Nukir di Dekat AS

Kim Jong-un menegaskan kembali komitmennya terhadap modernisasi militer pada pidato kunci Partai Buruh Korea bulan lalu, tanpa menyebut Amerika Serikat.

Washington "menyerang" Pyongyang dengan sanksi baru pekan lalu, dan Korea Utara menanggapi dengan serangkaian uji coba rudal, menegaskan "haknya yang sah" untuk membela diri.

Korea Utara juga telah meningkatkan retorika anti-Washington-nya.

"AS dengan kejam mencaci negara kami dan melakukan tindakan bodoh dengan mengambil alih 20 tindakan sanksi independen," imbuh KCNA.

[br]

Media itu mengatakan; "Politbiro dengan suara bulat setuju bahwa Korea Utara harus membuat persiapan yang lebih menyeluruh untuk konfrontasi jangka panjang dengan imperialis AS, serta meningkatkan kekuatan fisik kita untuk membela hak dan kepentingan bangsa."

Awal pekan ini Amerika Serikat meminta negara itu untuk menghentikan kegiatannya yang melanggar hukum dan destabilisasi.

Perwakilan khusus AS untuk Korea Utara, Sung Kim, menyatakan keprihatinan tentang peluncuran rudal sebelumnya. "Mendesak Pyongyang untuk kembali berdialog tanpa prasyarat," kata Departemen Luar Negeri AS.

Bahkan saat ia melenturkan otot militernya, negara miskin itu diam-diam memulai kembali perdagangan lintas batas dengan China.

Kereta barang dari Korea Utara tiba di kota perbatasan China Dandong untuk pertama kalinya sejak awal 2020 akhir pekan lalu.

Isyarat itu disampaikan media pemerintah, Korean Central News Agency (KCNA), Kamis (20/1/2022), mengutip pejabat tinggi rezim Kim Jong-un.

Pejabat itu mengatakan Korea Utara sedang mempersiapkan "konfrontasi jangka panjang" dengan AS.

Meski terkena sanksi internasional, Pyongyang telah melakukan serangkaian uji coba senjata tahun ini, termasuk rudal hipersonik, saat sang pemimpin Kim Jong-un mengejar tujuannya untuk memperkuat militer lebih lanjut.

Terhuyung-huyung secara ekonomi akibat sanksi internasional dan blokade virus corona yang dipaksakan sendiri, negara miskin ini belum menanggapi tawaran perundingan yang diajukan Washington.

[br]

Sebaliknya, Pyongyang justru menggandakan tes senjata dan bersumpah akan memberikan tanggapan yang lebih kuat dan pasti terhadap setiap upaya untuk mengendalikannya.

"Sebuah pertemuan politbiro Komite Sentral partai memberikan instruksi kepada sektor terkait untuk segera memeriksa masalah memulai kembali semua kegiatan yang telah ditangguhkan sementara," tulis KCNA, dalam kemungkinan referensi terhadap uji coba senjata nuklir dan rudal balistik antarbenua (ICBM).

"Kebijakan bermusuhan dan ancaman militer oleh AS telah mencapai garis bahaya yang tidak dapat diabaikan lagi," lanjut KCNA, seperti dikutip dari Sindonews, Kamis (20/01/2022).

Kim memimpin pertemuan politbiro di mana para pejabat mempresentasikan laporan yang menganalisis kondisi di semenanjung Korea dan membahas orientasi untuk tindakan balasan terhadap AS di masa depan.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Internasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Internasional

Samsung Galaxy S26 Series dan Galaxy Buds4 Series Kini Tersedia Secara Global

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Internasional

PWI Labuhanbatu Akan Gelar Konferensi IX, Panitia Pelaksana Terbentuk