Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Taliban Cari Bantuan Kemanusiaan, Ada Apa Lagi?

Taliban Cari Bantuan Kemanusiaan, Ada Apa Lagi?

Redaksi - Sabtu, 22 Januari 2022 07:50 WIB
Hand over
Taliban
MATATELINGA. Oslo - Sejak kembali berkuasa, ini akan menjadi kunjungan resmi pertama mereka ke Barat, kata pemerintah Norwegia dan Taliban, Jum'at (21/01/2022). Taliban akan mengadakan pembicaraan dengan para pejabat Barat di Oslo, Norwegia, pekan depan mengenai hak asasi manusia dan bantuan kemanusiaan.

Perlu diketahui, Taliban kembali berkuasa di Afghanistan musim panas lalu ketika pasukan internasional mundur setelah kehadirannya selama dua dekade. Sebuah invasi pimpinan AS pada akhir 2001 telah menggulingkan Taliban, usai serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat.

Situasi kemanusiaan di Afghanistan telah memburuk secara drastis sejak Agustus. Bantuan internasional tiba-tiba terhenti dan Amerika Serikat telah membekukan aset senilai USD9,5 miliar di bank sentral Afghanistan.

Baca Juga:Komandan Al-Qaeda Abu Omar al-Hadhrami Tewas Akibat Serangan Udara AS di Yaman

Kelaparan sekarang mengancam 23 juta warga Afghanistan, atau 55 persen dari populasi, menurut PBB, yang mengatakan membutuhkan USD5 miliar dari negara-negara donor tahun ini untuk mengatasi krisis kemanusiaan di negara itu.

Hingga kini belum ada negara yang mengakui pemerintahan Taliban. Komunitas internasional sedang menunggu untuk melihat bagaimana fundamentalis Islam Taliban berniat untuk memerintah Afghanistan, setelah sebagian besar menginjak-injak hak asasi manusia selama masa kekuasaan pertama mereka antara tahun 1996 dan 2001.

"Kami sangat prihatin dengan situasi genting di Afghanistan, di mana jutaan orang menghadapi bencana kemanusiaan besar-besaran," kata Menteri Luar Negeri Norwegia Anniken Huitfeldt pada AFP, seperti dikutip dari Sindonews, Jum'at (22/01/2022).

“Kunjungan sejak hari Minggu hingga Selasa akan melihat pertemuan dengan otoritas dan pejabat Norwegia dari sejumlah negara sekutu, termasuk Inggris, Uni Eropa, Prancis, Jerman, Italia dan Amerika Serikat,” katanya.

[br]

Meski menerima kunjungan delagasi Taliban, namun Norwegia mengaku belum mengakui Taliban sebagai pemerintahan resmi Afghanistan. “Pertemuan itu tidak akan mewakili legitimasi atau pengakuan terhadap Taliban. Tapi, kita harus berbicara dengan otoritas de facto di negara ini. Kita tidak bisa membiarkan situasi politik mengarah pada bencana kemanusiaan yang lebih buruk lagi," ungkap Huitfeldt.

Sementara Taliban mengatakan, Menteri Luar Negeri Amir Khan Muttaqi akan memimpin delegasi ke Norwegia. "(Kunjungan) ini akan membuka jalan bagi pembicaraan, pertemuan dan kesepahaman dengan negara-negara Uni Eropa," kata juru bicara pemerintah, Zabihullah Mujahid.

“Pembicaraan juga akan dilakukan dengan perwakilan Washington tentang masalah yang tertunda" seperti pelepasan dana yang dikunci, tambahnya.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Internasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Internasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Internasional

Matatelinga.com Meraih Juara Satu, Pembaca dan Pengunjung Terbanyak Pemberitaan Polda Sumut

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui