Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Miski Telah di Upgrade, Jet Tempur Siluman F-35 AS Masih Ditemukan Kekurangan

Miski Telah di Upgrade, Jet Tempur Siluman F-35 AS Masih Ditemukan Kekurangan

Redaksi - Sabtu, 29 Januari 2022 09:35 WIB
Hand over
Jet Tempur Siluman F-35 AS
MATATELINGA. Washington - Miski telah di upgrade dalam laporannya, militer menemukan lima kekurangan pada pesawat itu meski telah di-upgrade. Tes militer Amerika Serikat (AS) terhadap pembaruan perangkat lunak baru jet tempur siluman F-35 menunjukkan bahwa upgrade-nya belum matang.

Laporan tersebut menyalahkan banyak masalah pada pendanaan yang tidak memadai, yang mengakibatkan pengujian yang tidak cukup komprehensif untuk memastikan kekurangan yang tidak disengaja tidak tertanam dalam perangkat lunak sebelum pengiriman.

Biaya upgrade, menurut laporan Bloomberg, telah mencapai USD14 miliar.

Baca Juga:Perbatasan Kirgistan-Tajikistan Mencekam Baku Tembakpun Pecah

Kantor Program F-35 Departemen Pertahanan AS sejauh ini menolak untuk mengomentari informasi ini, dengan mengatakan akan mengeluarkan komentar setelah laporan itu diterbitkan secara resmi. Seperti dikutip dari Sindonews, Sabtu (29/01/2022).

F-35, yang disebut-sebut oleh produsen senjata Lockheed Martin sebagai salah satu jet tempur paling canggih yang pernah dikembangkan, telah diganggu oleh serangkaian masalah teknis dan serangkaian penundaan pengembangan, pembengkakan biaya, dan malfungsi.

Baru-baru ini, F-35C Lightning II mengalami kecelakaan pendaratan di dek kapal induk USS Carl Vinson selama latihan di Laut China Selatan. Insiden itu menyebabkan tujuh personel Angkatan Laut AS terluka dan jet tempur jatuh ke laut.

Pada awal Januari, Korea Selatan mengandangkan semua jet F-35 yang dibelinya dari AS setelah roda pendaratan tak berfungsi yang memaksa pilot melakukan pendaratan perut yang berisiko di dekat pangkalan militer di barat negara itu.

[br]

Laporan tentang pengujian oleh militer AS akan segera diterbitkan. Bloomberg telah melihat laporan setebal 13 halaman tersebut.

"Operator jet tempur menemukan kekurangan dalam senjata, fusi, komunikasi dan navigasi, keamanan siberserta proses penargetan, setelah upgrade," bunyi bocoran laporan tersebut.

"Perangkat lunak memerlukan modifikasi lebih lanjut dan waktu serta sumber daya tambahan, yang menyebabkan penundaan," lanjut bocoran laporan itu yang dikutip Bloomberg, Jum'at (28/01/2022).

Jet tempur canggih dan mahal buatan Lockheed Martin itu sangat bergantung pada perangkat lunak onboard yang mencakup lebih dari delapan juta baris kode.

"Upgrade tidak mematuhi praktik terbaik yang dipublikasikan dan secara konsisten gagal memberikan kemampuan yang terkandung dalam jadwal induk mereka," imbuh bocoran laporan penilaian itu.

[br]

Upgrade ini dirancang untuk menyediakan jet tempur F-35 dengan kemampuan baru dan meningkatkan daya komputasi serta memori mereka. Seharusnya juga memungkinkan jet-jet tempur tersebut untuk membawa jenis amunisi baru, seperti rudal udara-ke-udara AIM-9X Block II, amunisi Small Diameter Bomb II segala cuaca atau rudal AARGM-ER pembunuh radar, dan bahkan bom nuklir B-61.

"Namun, proses baru sering menimbulkan masalah stabilitas dan/atau memengaruhi fungsi lain, seperti yang ditemukan oleh unit militer aktif yang sering melaporkan kekurangan perang yang kritis," imbuh bocoran dokumen itu.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Gaya Hidup Sehat Remaja: Kunci Menciptakan Generasi yang Produktif dan Berkualitas

Internasional

Membangun Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

Internasional

Halte Bus Listrik di Jalan Gatot Subroto: Solusi Transportasi atau Sumber Kemacetan Baru?

Internasional

Macet Hari Ini, Harapan untuk Medan Esok Hari

Internasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Internasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU