MATATELINGA. Kiev - Konflik panas yang ditahan tahan akhirnya pecah, ketika pertempuran mematikan mencapai pinggiran Kiev dan Barat menanggapi dengan sanksi hukuman. hal itu terjadi saat pasukan Rusia yang menginvasi menekan jauh ke Ukraina pada Kamis (24/02/2022).Intelijen Barat mengatakan bahwa Rusia sedang berusaha untuk mengumpulkan "kekuatan luar biasa" di sekitar ibukota Ukraina dan bahwa Moskow telah membangun "superioritas udara sepenuhnya" atas Ukraina.Di tempat lain, pasukan darat Rusia bergerak ke Ukraina dari utara, selatan dan timur, memaksa banyak warga Ukraina meninggalkan rumah mereka saat suara bom bergema.
Baca Juga:Presiden AS : Invasi ke Ukraina Dapat Timbulkan Pukulan Balik Bagi Perekonomian ASKementerian pertahanan Moskow mengatakan pasukannya telah "berhasil menyelesaikan" tujuan mereka untuk hari itu, sebelumnya mengklaim telah menghancurkan lebih dari 70 sasaran militer Ukraina, termasuk 11 lapangan udara.Sementara itu, Amerika Serikat (AS) bergerak untuk menjatuhkan sanksi pada elit dan bank Rusia, tetapi menekankan bahwa pasukan AS tidak akan menuju ke Eropa timur untuk berperang di Ukraina, tetapi sebaliknya akan mempertahankan "setiap inci" wilayah NATO.Rudal dan penembakan terus menghujani kota-kota Ukraina setelah Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi darat dan serangan udara skala penuh, memaksa warga sipil untuk berlindung di sistem metro, dengan 100.000 orang mengungsi.Presiden Ukraia Volodymyr Zelensky mengatakan di seluruh Ukraina, sedikitnya 137 "pahlawan" meningal dan 316 orang terluka setelah hari pertama pertempuran. Dia menyerukan wajib militer dan tentara cadangan di seluruh negeri untuk berperang dalam mobilisasi umum.[br]Presiden Zelensky mengatakan sekarang ada "tirai besi baru" antara Rusia dan seluruh dunia, seperti dalam Perang Dingin.Ukraina mengatakan pasukan Rusia telah merebut pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl, daerah yang masih sangat terkontaminasi dengan bahan radioaktif setelah kecelakaan 1986 yang menghancurkan, mendorong pengawas nuklir IAEA untuk menyerukan "penahanan".Saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa pasukan terjun payung Rusia merebut kendali lapangan udara strategis Gostomel, di pinggiran barat laut Kyiv, setelah menukik dengan helikopter dan jet dari arah Belarusia. Seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (25/02/2022)."Helikopter datang dan kemudian pertempuran dimulai. Mereka menembakkan senapan mesin, peluncur granat," kata warga Sergiy Storozhuk.