MATATELINGA - Konflik Ukraina dan Rusia masih terus berlangsung korban jiwa pun terus berjatuhan terjadi setelah gempuran atas perumahan penduduk dan kota-kota kunci dikepung. Penyerbuan Rusia di Ukraina menelan banyak korban sipil pada Rabu (02/03/2022).Militer Ukraina mengonfirmasi laporan sebelumnya, pasukan terjun payung Rusia telah mendarat di Kharkiv, kota terbesar kedua di Ukraina.Pernyataan itu menambahkan bahwa pasukan Rusia menyerang sebuah rumah sakit militer regional, dan pertempuran sedang berlangsung.Pada Selasa (01/03/2022), sebuah rudal menghantam markas besar pemerintah daerah di kota terbesar kedua di Ukraina itu.
Baca Juga:Ukraina Gunakan Lemak Babi Hadang Pasukan Muslim Chechnya RusiaSerangan lain terjadi pada hari Selasa di salah satu lingkungan perumahan Kharkiv. Presiden Ukraina Zelensky kemudian menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang.Sedikitnya 17 orang tewas di Kharkiv pada Selasa, dan puluhan lainnya terluka, menurut pejabat darurat.Beberapa pakar berspekulasi bahwa serangan artileri di kawasan perumahan bisa menjadi upaya Rusia untuk melemahkan semangat Ukraina untuk melawan.Perlu diketahui, Militer Rusia mengklaim menguasai Kherson, kota pelabuhan penting di dekat Krimea.Pasukan Rusia juga mengepung kota-kota penting lain, termasuk Kharkiv dan kota pelabuhan Mariupol.Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut rakyatnya "simbol tak terkalahkan."[br]Selagi pertempuran berlangsung, Majelis Umum PBB menggelar sesi darurat untuk mengutuk invasi Rusia ke Ukraina serta menyerukan agar tentara Rusia ditarik mundur sesegera mungkin.Dalam sesi darurat yang jarang dilakukan itu, sebanyak 141 negara mendukung kecaman terhadap Rusia dan hanya lima yang menentang resolusi, termasuk Suriah dan Korea Utara.Lima negara abstain, termasuk China dan India.Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengatakan sangat berterima kasih kepada 141 negara yang mendukung resolusi PBB ini. Zelensky mengatakan, Majelis Umum PBB telah memilih pihak yang benar dalam sejarah.Duta besar Amerika Serikat untuk PBB mengatakan keputusan ini mencerminkan dukungan yang luar biasa, baik terhadap Ukraina maupun Piagam PBB.Mariupol yang terletak di Ukraina tenggara, digempur terus-menerus pada Rabu (02/03/2022), kata wakil wali kota Sergiy Orlov kepada BBC. Seperti dikutip dari Okezone, Kamis (03/03/2022)."Situasi di Mariupol parah sekali. Kami nyaris mengalami bencana kemanusiaan. Kami terus digempur selama lebih dari 15 jam tanpa berhenti," katanya."Tentara Rusia menggunakan semua senjata mereka - artileri, roket peluncur, pesawt dan roket taktis. Mereka mencoba menghancurkan kota," katanya.[br]PBB mengatakan hampir 900.000 warga melarikan diri dari Ukraina sejak Rusia menyerbu kurang dari satu minggu lalu.Orlov juga mengatakan pasukan Rusia beberapa kilometer dari kota dari semua penjuru dan menyerang semua infrastruktur kunci sehingga memutus pasokan air dan listrik di sebagian kota. Salah satu daerah penduduk yang padat "hampir hancur total.""Kami tak dapat menghitung jumlah korban, namun perkiraan kami ratusan orang meninggal. Kami tak dapat mengangkut jenazah," kata Orlov."Ayah saya tinggal di sana, saya tak bisa mengontaknya, saya tak tahu apakah ia hidup atau meninggal."Badan darurat Ukraina mengatakan lebih dari 2.000 warga sipil tewas sejauh ini akibat serbuan Rusia. Namun, BBC belum dapat memverifikasi jumlah itu.