MATATELINGA. Jakarta " Konflik Rusia dan Ukraina belum juga kunjung usai akan hal tersebut Iran meminta negara-negara untuk bersikap netral terkait konflik antara Rusia dan Ukraina, serta melihat akar permasalahan yang menyebabkan perang antara kedua negara bertetangga tersebut.Rusia melancarkan aksi militer ke Ukraina pada 24 Februari dengan tujuan untuk demiliterisasi dan denazifikasi negara tetangganya itu, menurut Kremlin. Namun, Ukraina dan sekutu Baratnya, termasuk Amerika Serikat (AS) menyebut tindakan Rusia itu sebagai invasi yang tidak beralasan.Anggota parlemen Iran Dr. Mojtaba Rezakhah mengatakan bahwa sikap netral diperlukan untuk mencari solusi dari konflik dan menciptakan perdamaian. Dr Rezakhah, yang memimpin delegasi iran saat menghadiri pertemuan Inter-Parliamentary Union (IPU) di Bali bulan lalu, juga menyerukan pentingnya menyelesaikan akar permasalahan yag memicu konflik ini.
Baca Juga:Pembicaraan Damai Kembali Akan Dilanjutkan, Rusia - Belum Ada Tanda-Tanda Terobosan“Jika kita mencari perdamaian kita tidak seharusnya tidak memihak,” kata Dr. Rezakhah seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (02/04/2022).“Ada alasan dan akar permasalahan dari konflik ini. Jika kita mengabaikannya kita tidak dapat menyelesaikan konflik. jika kita tidak mempertimbangkan mengapa konflik ini terjadi, tidak ada alasan untuk menyelesaikannya,” tambahnya.Seruan ini telah disampaikan delegasi Iran pada pertemuan IPU di Bali bulan lalu.Menurut Rezakhah, aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menjadi salah satu alasan terjadinya konflik ini. Dia mengatakan bahwa perluasan wilayah NATO ke daerah timur, yang semakin mendekati Rusia telah menimbulkan ketegangan.