MATATELINGA. London - Sepertinya pandemi Covid-19 benar benar juga belum hilang dari muka bumi, hal itu dikarenakan telah terjadi kembali lonjakan kasus baru Covid-19 menghampiri Inggris. Di mana hampir lima juta orang atau 1 dari setiap 13 orang tertular virus mematikan ini.Pakar di Universitas East Anglia Paul Hunter mengatakan pada The Guardian, “setiap infeksi yang merebak dengan cepat, akan dengan cepat pula mencapai puncaknya; tetapi di sisi lain dengan cepat akan menurun.”Menurut laporan Associated Press, seorang pakar biologi di Universitas Oxford James Naismith mengatakan sebagian besar orang di Inggris akan tertular virus ini pada musim panas nanti. “Dengan (menjadi) tertular, kita benar-benar hidup dengan virus ini,” ujarnya.
Baca Juga:Sadis! Kota Bucha, Ukraina Penuh Dengan Mayat, Ukraina Tuduh Rusia Lakukan PembantaianJohn Hopkins Coronavirus Resource Center hari Minggu melaporkan bahwa sudah ada lebih dari 490 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia dan lebih dari enam juta kematian. Hampir 11 juta vaksin juga telah disuntikkan pada warga di berbagai belahan dunia.Perlu diketahui, kabar lonjakan kasus Covid-19 ini mengemuka pada saat yang sama ketika pemerintah Inggris berhenti memberikan alat uji Covid-19 cuma-cuma pada sebagian besar warga, sebagai bagian dari kebijakan “hidup bersama Covid-19” yang digalakkan Perdana Menteri Boris Johnson.Berdasarkan rencana itu, orang-orang yang tidak memiliki kondisi yang membuat mereka rentan terhadap Covid-19 harus membayar untuk uji medis Covid-19 guna mengetahui apakah mereka tertular atau tidak. Seperti dikutip dari Okezone, Senin (04/04/2022).Lonjakan kasus baru ini dinilai akibat sub-varian BA.2 omicron, yang juga meningkatkan jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dan jumlah orang yang meninggal. Namun demikian para pejabat memperkirakan jumlah kasus ini akan menurun bulan ini dan bulan Mei mendatang.