MATATELINGA. Beijing - Penyebaran virus Covid-19 sepertinya belum juga ada tanda-tanda akan usai hal itu terlihat dari pemerintah Beijing kembali lakukan tes massal kepada jutaan orang, setelah Shanghai mengumumkan naiknya kasus kematian. Hal itu dikarenakan kasus Covid-19 kembali mewabah di Ibu kota China, Beijng.Pada akhir pekan, kawasan Chaoyang, daerah terpadat di Beijing melaporkan 26 kasus, jumlah tertinggi sejauh ini di ibu kota China itu.Shanghai mengumumkan jumlah kematian 39 orang pada Minggu (24/04/2022), kematian harian tertinggi dalam beberapa waktu terakhir di tengah upaya China tetap bertekad menerapkan kebijakan kasus nol Covid.
Baca Juga:Fabio Quartararo Akhirnya Rebut Kemenangan di MotoGP Portugal 2022Antrean panjang di supermarket dan toko-toko terlihat walaupun pemerintah menjamin persediaan makanan cukup. Seperti dikutip dari Okezone, Selasa (26/04/2022).Kondisi ini terjadi di tengah kekhawatiran bahwa Beijing dapat menghadapi situasi yang sama seperti di Shanghai, kota dengan 25 juta penduduk, dengan karantina wilayah selama berminggu-minggu.Penduduk di Chaoyang yang berjumlah 3,5 juta jiwa akan menjalani tes massal sebanyak tiga kali, menurut tim pencegahan penyakit.Berita itu menyebabkan penduduk segera mencari persediaan makanan penting dengan gambar-gambar di media sosial menunjukkan rak-rak di supermarket kosong dan antrean panjang di kasir.