MATATELINGA. Assen - Cedera yang pernah dialami Pol diketahui kambuh usai menjalani sesi latihan bebas pertama di Sirkuit Assen. Hal tersebut membuat Tim Repsol Honda saat ini tengah dipusingkan dengan kondisi pembalapnya, yakni Pol Espargaro yang berpotensi absen di MotoGP Belanda 2022.Perlu untuk diketahui, Pol Espargaro menyelesaikan total 33 lap di Sirkuit Assen tersebut. Ia benar-benar tidak menyangka akan merasa begitu buruk. Sehingga, dirinya harus melakukan perawatan terhadap cedera yang dialaminya."Saya akan menjalani beberapa perawatan sekarang, dan saya juga sedang menjalani pengobatan anti-inflamasi," cetus Pol Espargaro.
Baca Juga:Alex Rins Bakal Capai Kesepakatan dengan LCR Honda, Bagaimana Nasib Alex Marquez?Sehingga, Pol Espargaro kemungkinan diragukan untuk tampil di MotoGP Belanda tahun ini. Namun, ia akan terus memantau kondisi terbaru ke depannya."Kita lihat saja bagaimana kondisi saya berubah. Dan apakah saya bisa mengemudi pada hari Sabtu. Jika saya tidak bisa mengemudi dengan cepat, performanya tidak tepat, maka mengemudi tidak masuk akal," lanjutnya.Tentu kabar kemungkinan absennya Pol itu menambah kesialan Honda di MotoGP 2022. Sebagai pengingat, saat ini Honda sedang tak diperkuat Marc Marquez yang sedang memulihkan diri pasca cedera.Seperti diketahui, saat mengaspal di Sirkuit TT Assen pada MotoGP Belanda 2022, Jumat 24 Juni 2022, Pol Espargaro sebenarnya menjalani sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan baik. Namun, fisiknya tidak cukup kuat saat lintasan sepanjang 4,5 km di Belanda mengering pada FP2.[br]Pada saat itu, Pol Espargaro harus kembali mengalami cederanya. Pria asal Spanyol itu sangat menderita selama sesi tersebut."Itu lebih buruk dari yang diharapkan. Saya berharap lebih banyak (lebih baik)," papar Pol Espargaro, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (25/06/2022)."Setelah sesi latihan bebas satu saya merasa baik, saya berada di urutan ketiga di sesi ini. Tapi kemudian kami memakai ban lunak di sore hari (FP2), situasi di trek sangat sulit," ujar Pol Espargaro."Ketika saya menekan, saya segera menyadari bahwa tulang rusuk dan punggung saya mulai sakit lagi," kata pembalap berusia 31 tahun itu.“Itu sangat mempengaruhi saya, saya hampir tidak bisa bernapas. Saya kesulitan berbicara setelah latihan," imbuhnya.