MATATELINGA - Pria 32 tahun ini yang juga selaku pembalap penguji Repsol Honda, Stefan Bradl menyebut Honda tak seberani pesaing lainnya di MotoGP, seperti Ducati, Aprilia, dan KTM. Stefan Bradl mengatakan bahwa perkembangan motor timnya saat ini memang sangat stagnan alias jalan di tempat.Stefan Bradl, Honda juga tidak berani dalam melakukan perubahan yang signifikan dan berdampak. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat timnya meraih prestasi.Bahkan, pria asal Jerman itu menyebut Honda tidak memiliki keberanian seperti tim lain. Sebut saja tim yang dibanggakan Stefan Bradl yaitu Ducati, Aprilia, dan KTM.
Baca Juga:Aprilia dan Ducati Berkembang Pesat, Ini Hal Yang Mempengaruhuinya!"Dalam hal ini, orang Jepang (Honda) mungkin sedikit lebih konservatif (mempertahankan tradisi yang ada). Mereka tidak seberani mungkin Ducati, Aprilia atau KTM. Mereka tidak berani membuat perubahan besar," tandasnya.Sebagaimana diketahui, Stefan Bradl saat ini masih menjadi rider pengganti Marc Marquez, yang tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi humerus tangan kanannya. Sebab itu, Stefan Bradl memiliki kesempatan untuk berunjuk gigi di lintasan balapan MotoGP 2022.Adapun, seri MotoGP 2022 akan kembali bergulir pada 7 Agustus mendatang. Stefan Bradl dan pembalap lainnya bakal melintas di Sirkuit Silverstone, Inggris.Menjelang MotoGP Inggris 2022, Stefan Bradl mengatakan Honda masih dalam masa kesulitan sampai saat ini. Menurutnya, bukan hal mudah melakukan pengembangan bagi tim Honda secara cepat. Tim asal Jepang itu cenderung masih berjalan di tempat.[br]"Tidak mudah bagi pabrik Jepang untuk mengembangkan semuanya dengan cukup cepat dan bereaksi sesuai dengan persyaratan (aturan) baru," ungkap Stefan Bradl, seperti dikutip dari Okezone, Senin (25/07/2022)."Bagi orang Jepang, prioritas utama adalah motor tidak ada yang dibawa ke trek apabila belum diuji dengan benar," terangnya.