MATATELINGA, Cervera - Bertekad menghentikan puasa gelar juaranya, Marquez pun memberi tekanan keras kepada Honda dalam hal pengembangan motor. Di pentas MotoGP, pembalap Tim Repsol Honda, Marc Marquez, sudah cukup lama berpuasa gelar juara.Marc Marquez tentu prihatin dengan kondisi timnya saat ini. Dia pun mendesak Honda melakukan perbaikan setidaknya dalam jangka waktu dua tahun ke depan. Jika tidak, bisa saja dia hengkang dari tim ini.“Saya memberi mereka dua tahun kontrak saya. Saya tidak akan menyangkalnya. Saya selalu mengatakan, 'Honda adalah Honda, merek impian saya’,” ucap Marquez, seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (26/08/2022).
Baca Juga:Makin Tak Nyaman, Pol Espargaro Kritik Performa Motor Honda“Saya sangat berterima kasih atas semua yang telah mereka lakukan, tetapi selama saya balapan dan berpikir saya berada di level tinggi, saya ingin proyek yang menang. Jika tidak” lanjut Marquez dalam kutipan di media tersebut.Media Paddock GP pun berspekulasi atas pernyataan yang terpotong tersebut. Disebutkan mungkin saja Marquez akan meminta saudaranya Alex Marquez untuk menggantikan posisinya.Dengan pernyataan tersebut, Marquez sudah memberikan spekulasi pada bursa transfer 2024. Tentu saja, hal ini tak sesuai harapan manajer Honda, Alberto Puih, yang ingin Marquez pensiun di Repsol Honda (HRC).“Saya akan menerimanya ketika saya menginginkannya,” lanjut juara dunia delapan kali itu menanggapi keinginan sang manajer tersebut.[br]Ya, Marc Marquez masih menjadi pembalap andalan Honda sampai saat ini. Tak ayal, ketika dirinya cedera, Honda tak berdaya bersaing di pentas MotoGP dalam beberapa musim terakhir.Pada MotoGP 2022, Marc Marquez baru tampil sebanyak 6 kali dari 12 seri yang sudah berlangsung. Ironisnya, dia masih menjadi yang terbaik dari Honda di klasemen sementara pembalap dengan menempati peringkat ke-15 (60 poin).Pembalap lain Honda yang hampir tak pernah absen, malah masih berada di bawahnya. Katakanlah rekannya di Repsol Honda, Pol Espargaro, dia masih menempati peringkat ke-17 dengan 42 poin.