Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Pertempuran di 'Atas Awan', Lokasi Mematikan yang Menelan Mayat-Mayat Tentara

Pertempuran di 'Atas Awan', Lokasi Mematikan yang Menelan Mayat-Mayat Tentara

Redaksi - Selasa, 06 September 2022 08:05 WIB
rueters

MATATELINGA, Jakarta: Pasukan India merebut kendali wilayah tersebutdari Pakistan pada 13 April 1984, dalam konflik bersenjata yang singkat. Padapertempuran itu, ribuan personel berseragam dari kedua kubu tewas karena suhuyang sangat dingin, tersapu oleh longsoran salju atau terperosok ke dalam retakantanah.

Tak hanya sampai di situ, banyak jasad yang jatuh pun belumditemukan dan masih hilang.

Namun, pada bulan lalu, sebuah unit tentara India yangditempatkan di daerah itu menemukan dua jasad tentara. Salah satunya merupakanjenazah seorang tentara yang hilang sejak 38 tahun lalu. Jenazah lainnya belumteridentifikasi.

Pihak berwenang mengatakan mereka menemukan jenazah tentaraChandrashekhar Harbola, yang pada 1984 terjebak longsoran salju bersama 19rekannya. Kantor berita PTI melaporkan, kala itu mereka sedang berpatroli digletser.

Pada saat itu, 15 mayat ditemukan, tetapi lima lagi tidakditemukan.

Kerabat Harbola, yang tinggal di negara bagian Uttarakhand diHimalaya, yang berbatasan dengan China, mengatakan penemuan itu mungkin bisamengakhiri rasa kehilangan yang tragis terhadap orang yang mereka cintai.

Pemakaman dengan penghormatan militer diadakan pada Rabu(24/8/2022), di kampung halaman Harbola. Pers setempat melaporkan, upacara itudihadiri oleh pejabat tinggi dari wilayah tersebut.

Surat kabar The Times of India juga melaporkan bahwa Harbolaseharusnya tidak mengikuti patroli yang merenggut nyawanya itu. Namun, padamenit-menit terakhir, salah satu komandan militer memasukkan namanya dalampasukan karena ada prajurit yang sakit.

[br]

Ribuan tentara India dan Pakistan selama hampir empat dekadebertempur di gletser Siachen, yang dianggap sebagai lokasi perang tertinggi didunia.

Dengan ketinggian 6.700 meter, gletser di utara Kashmir yangmenjadi sengketa itu bisa mematikan. Bukan karena jumlah orang yang bersenjatalengkap yang dikerahkan di lereng dan lembahnya, tapi karena kondisi iklim danorografisnya.

Bukan yang pertama

Kasus Harbola bukanlah kasus satu-satunya. Pada 2014, patrolilainnya menemukan jenazah Tukaram Patil, yang dinyatakan hilang di gunung 21tahun sebelumnya.

Pada 2017, India dan Pakistan mencatat kematian 2.500 tentara didaerah itu, sejak konflik meletus 38 tahun lalu. Namun, secara tidak resmibeberapa pihak menyebut jumlah korbannya mencapai 3.000 sampai 5.000 orang.

Sekitar 70 persen korban tewas karena iklim dan medan yangkeras, sejak pemerintah New Delhi dan Islamabad menandatangani gencatan senjatapada tahun dan tidak ada pertempuran tentara dua negara itu yang dilaporkan, seperti dilansir Okezone.

"Musuh terbesar tentara adalah alam: cuaca dingin dankekurangan oksigen, bukan pasukan yang ditempatkan di depan mereka," kataseorang dokter dan veteran tentara Pakistan dilansir dari BBC, Senin(5/9/2022).

Di Siachen, suhu rata-rata adalah minus 20 derajat sepanjangtahun. Namun, di musim dingin, suhunya turun menjadi minus 50 derajat.Penurunan suhu itu menyebabkan kadar oksigen semakin menurun, yang pada akhirnyamembuat sulit bernapas.

[br]

Insiden terburuk terjadi pada 7 April 2012. Pada hari itu, 140anggota Infanteri Ringan Pakistan Utara terkubur longsoran salju. Es danbebatuan menyelimuti markas besar di sektor Gayari, yang terletak 32 kilometersebelah barat Siachen.

Setahun kemudian pasukan India mengalami nasib yang sama, ketikadinding es besar pecah di atas sebuah pos India. Pihak berwenang mengkonfirmasisembilan tentara tewas.

Tidakada tanda-tanda pengenduran

Dalam beberapa tahun terakhir, pembicaraan antara India danPakistan untuk mendemiliterisasi daerah itu dan menyelesaikan pembatasanperbatasan belum membuahkan hasil. Oleh sebab itu, ribuan tentara masih tetapditempatkan di daerah tersebut.

Meskipun pada kenyataannya kegiatan rutin seperti pergi ke kamarmandi, menyikat gigi, atau makan pun bisa jadi mematikan bagi para tentarakarena lingkungan yang tidak bersahabat.

Untuk hal ini kita juga harus menyertakan biayanya. Pada 2014,BBC melaporkan Angkatan Darat India menghabiskan sekitar US$1 juta dolar perhari untuk memasok pasukannya di Siachen.

Meskipun biayanya sangat besar, pihak berwenang di New Delhitampaknya tidak mau menyerahkan wilayah strategis itu. Sebab, dari wilayahtersebut mereka bisa mengancam posisi negara tetangga yang berada di daerahyang lebih rendah dan di bagian Kashmir yang menjadi sengketa.

Pada April 1984 India melakukan Operasi Meghdoot, yang mengambilalih gletser dan mengakhiri upaya pendudukan yang dilakukan Pakistan pada tahun70-an.

Sejak saat itu, angkatan bersenjata Pakistan telah mencoba untukmerebut kembali daerah itu secara paksa, beberapa kali dalam beberapa tahun.Namun, semua upaya itu gagal.

Salah satu operasi yang gagal dipimpin oleh seorang perwira mudabernama Pervez Musharraf, yang akhirnya menjadi presiden Pakistan pada 2001,setelah memimpin kudeta.

India dan Pakistan, keduanya bersenjata nuklir, telahmempertahankan dua perang untuk menguasai Kashmir, sejak memperoleh kemerdekaandari Inggris pada 1947.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Pertempuran Sengit MotoGP di Sirkuit Assen, Belanda

Internasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Internasional

Sukseskan Gerakan ASRI, Forkopimda Sibolga Gotong Royong Massal Bersama Warga

Internasional

Dihantam Banjir Bandang Jalan Desa Kampung Mudik-Aek Dakka Barus Sudah Dapat Dilalui

Internasional

Militer Rusia Menderita Kerugian Besar Dalam Pertempuran di Ukraina

Internasional

TPS dekat Pemukiman dan Sekolah Dikeluhkan Warga dan Anggota DPRD Medan