MATATELINGA, Beijing : Pada April 2020 lalu, Wuhan resmi menghentikan karantina wilayah atau lockdown, hal tersebut menandakan bahwa kota itu telah terbebas dari pandemi Covid-19. Bahkan, pada pergantian tahun 2020 lalu kota tersebut merayakannya.Wuhan kini kembali diguncang dengan ancaman kasus Covid-19 baru. Tercatat, kasus harian di kota berpenduduk 11 juta jiwa itu mengalami peningkatan setiap harinya, dan bermuara pada pemberlakuan lockdown baru.Berikut fakta-fakta terkait pemberlakuan lockdown kembali di Wuhan, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (29/10/2022).
1. Menangguhkan penjualan daging babiBaca Juga:Jadi Irup Peringatan 94 Tahun Sumpah Pemuda, Edy Rahmayadi Beri Pesan KhususPemeritahan Kota Wuhan pun disebutkan telah menangguhkan penjualan daging babi lantaran ditemukannya kasus Covid-19 pada rantai pasok hewan ternak tersebut.Di Xining, ibu kota Provinsi Qinghai, unggahan media sosial menceritakan tentang kekurangan pangan dan kenaikan harga barang-barang penting ketika otoritas kesehatan di kota berpenduduk 2,5 juta orang itu berlomba untuk menahan rebound Covid-19 setelah liburan Hari Nasional selama seminggu pada awal Oktober.
2. Taman hiburan kembali ditutupDi Beijing, taman hiburan Universal Resort ditutup pada Rabu, (26/10/2022) setelah satu pengunjung dinyatakan positif terkena virus corona.China telah berulang kali bersumpah untuk tetap pada respons tanpa toleransi terhadap Covid-19 dan menerapkan apa yang dikatakan pihak berwenang sebagai langkah-langkah yang diperlukan untuk menahan virus.
3. Kembali lockdownKota Wuhan, yang diidentifikasi sebagai tempat awal sebaran virus Covid-19 kembali ditempatkan dalam karantina wilayah (lockdown). Lockdown ini berlangsung di saat kota-kota di China memperketat pembatasan Covid-19 setelah lebih dari 1.000 kasus tercatat selama tiga hari berturut-turut.Meskipun penambahan kasus harian Covid-19 di Wuhan masih terbilang kecil menurut standar global, namun penyebaran varian Omicron yang terjadi di negara itu tetap mengkhawatirkan.[br]
4. Tambahan puluhan kasus harianWuhan melaporkan, di wilayah tersebut terjadi peningkatan kasus aktif harian Covid-19. Tercatat, setiap harinya paling tidak ada 20 hingga 25 kasus harian Covid-19 baru.Hal itu mendorong pemerintah setempat untuk memerintahkan lebih dari 800.000 orang di satu distrik untuk tinggal di rumah hingga Minggu, (30/10/2022).Guangzhou, kota terbesar keempat di China dan ibu kota provinsi Guangdongdisebut juga menutup lebih banyak jalan dan lingkungan dan menahan orang-orang di rumah mereka karena daerah baru dianggap berisiko tinggi dalam kebangkitan Covid-19."Saya tidak tahu harus berbuat apa. Jika kami masih bisa bertahan hidup seperti ini maka saya kira itulah yang akan kami lakukan," kata seorang warga Wuhan bermarga Chang, 38 tahun, sebagaimana dilansir Reuters.
5. Warga Wuhan mulai 'mati rasa' dengan Covid-19Warga Wuhan, sebagaimana warga dunia lainnya, tentu sudah jenuh dengan pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia dalam 3 tahun terakhir. Pembatasan wilayah, karantina, isolasi, atau lockdown telah membuat masyarakat jenuh."Ketika kami melihat berita tentang COVID ini, kami sekarang merasa agak mati rasa. Kami merasa mati rasa terhadap semua itu. Kami merasa semakin mati rasa," lanjut Chang.