MATATELINGA : Pembalap Francesco Bagnaia mengakui merasakan beban untuk memperkuat tim pabrikan asal Italia itu. Dan ternyata, pembalab yang juga berasal dari negara Italia ini ternyata sempat ragu gabung Ducati sebelum juara MotoGP 2022.Walau demikian, pembalap yang identik dengan nomor 63 itu langsung menghapus keraguan. Meski mendapat beban dan tekanan sebagai rider pabrikan, dia ingin membuktikan kualitasnya di lintasan.“Ini adalah mimpi saya. jika berhasil memenangkan titel bersama motor dan tim ini, semua akan terasa spesial. Saya merasakan semua tekanan itu. semua beban yang ada di pundak dan itu tidak mudah,” ujarnya.
Baca Juga:Dani Pedrosa yakin Ducati Bakal Menggila Sejak Awal MotoGP 2023, Ini Alasannya!“Hal itu juga menjadi motivasi untuk mencapai gelar ini. Saya bangga mampu merebut titel juara dunia bersama tim ini. Pencapaian ini bagi kami sungguh luar biasa,” tutur Bagnaia.Bagnaia debut di MotoGP pada 2019 dengan membela Pramac Ducati. Dia kemudian dipromosikan ke tim pabrikan Ducati Lenovo setelah dua tahun bersama Pramac.Kini, pembalap asal Italia itu sukses menjadi juara dunia MotoGP. Pecco sapaan Francesco Bagnaia membuktikan kualitasnya sebagai juara, dengan penampilan yang apik sepanjang musim.[br]Bagnaia pun mengaku bergabung dengan Ducati merupakan mimpi yang menjadi nyata. Hanya saja, dia mengaku ada beberapa keraguan yang sempat menghinggapi pikirannya.“Ketika bergabung bersama Ducati, itu adalah tujuan dan mimpi saya. ketika berada di rumah, terkadang saya berpikir apakah ini keputusan yang tepat dan terbaik untuk masa depan,” kata Bagnaia, seperti dikutip dari Okezone, Jum'at (25/11/2022).