MATATELINGA, Borgo Panigale : Kabarnya Valentino Rossi telah gagal total kala membela pabrikan Ducati, komentar tersebut langsung datang dari Direktur Balap Ducati Corse, Paolo Ciabatti. Dia pun menyebut kegagalan Rossi ini telah memberi dampak besar ke tim karena membuat citra Ducati menjadi rusak.Ciabatti mengaku, situasi inilah yang akhirnya mendepak Rossi dari ‘kursinya’ di Ducati. Pada akhirnya, sebagaimana diketahui, The Doctor harus kembali ke tim yang mengantarnya untuk meraih empat gelar MotoGP.“Ini adalah situasi di mana kami tidak akan ke mana-mana, dan jika terus seperti ini akan terjadi. Menjadi sangat negatif bagi citra perusahaan,” ungkapnya.
Baca Juga:Honda Disebut Hanya Terima Komentar Marc Marquez, Lantas Bagaimana Nanti Nasib Joan Mir dan Alex Rins?Sebagaimana diketahui, Valentino Rossi pernah berseragam Ducati selama tiga musim, yakni 2011-2013. Kendati demikian, performa The Doctor julukan Valentino Rossi tidak secemerlang saat bersama Yamaha.Rossi gagal bersaing untuk memperebutkan gelar juara MotoGP dengan motor balap tim asal Italia tersebut. Setelah tiga musim, Rossi akhirnya kembali ke Yamaha. Ciabatti mengatakan, sejatinya Ducati ingin melepas Rossi pada pertengahan musim.Lantaran tidak bisa menang, pembalap kelahiran Urbino, Italia, itu dianggap sebagai ‘beban’ untuk citra Ducati. Pasalnya, banyak pihak yang menekan Ducati, seperti media, mitra, sponsor, hingga penggemar. Mereka menuntut Ducati raih kemenangan bersama The Doctor.[br]“Ketika ada yang salah dan Anda berada di bawah tekanan ekstrem dari pers, dari mitra, dan sponsor Anda, dan Anda tidak mendapatkan hasil, mudah bagi orang untuk menyalahkan orang lain. Dan ini menghancurkan tim dan grup (Ducati),” kenang Ciabatti, seperti dikutip dari Okezone, Selasa (29/11/2022).“Ketika saya kembali ke Ducati, ini adalah situasinya, jadi kami harus melepaskan beberapa orang pada akhir 2013. Jika saya melihat kembali ke 2013, sejujurnya, di pertengahan musim saya ingin melepasnya (Rossi),” sambungnya.“Kami tidak dapat mengelola Valentino, kami harus menerima akibatnya. Ketika Anda memiliki pembalap paling terkenal di seluruh Italia dengan sembilan gelar dunia di belakangnya dan Anda gagal menang, Anda juga merusak citra Anda,” tamdas Ciabatti.