Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Arab Saudi dan China Sepakat Jalin Kerja Sama, Berikut Sederet Kesepakatan yang Tercipta

Arab Saudi dan China Sepakat Jalin Kerja Sama, Berikut Sederet Kesepakatan yang Tercipta

Redaksi - Sabtu, 10 Desember 2022 11:45 WIB
Hand over
Presiden China Xi Jinping dan Pangeran MBS
MATATELINGA, Riyadh : Mulai dari keamanan hingga minyak, China dan Arab Saudi menyatakan kebijakan yang selaras di berbagai bidang, hal tersebut dimuat dalam pernyataan bersama pada Jum'at (09/12/2022). Tanpa mencampuri urusan dalam negeri satu sama lain, kedua negara menegaskan akan saling mendukung.

Xi mendarat di ibukota Saudi, Riyadh pada hari Rabu (07/12/2022) untuk kunjungan beberapa hari ke kerajaan kaya minyak itu dan menerima sambutan mewah dari MBS dan pejabat Saudi lainnya pada Kamis (08/12/2022). Jet militer Saudi menemani pesawat presiden China, karpet ungu dibentangkan pada saat kedatangannya dan meriam ditembakkan.

Xi mengundang Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud untuk mengunjungi China. Hal tersebut disampaikan salah satu TV pemerintah Saudi, pada Jum'at (09/12/2022).

Baca Juga:Jelang HPN 2023, Pemprov Sumut dan PWI Adakan FGD Bahas Demokrasi Pers

SPA melaporkan kunjungan Xi termasuk kehadirannya di “KTT Saudi-Cina,” pertemuan Cina-Arab dan KTT Dewan Kerjasama Cina-Teluk (GCC).

Pada Kamis (08/12/2022), China dan Arab Saudi menandatangani perjanjian kemitraan strategis komprehensif yang mencakup sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman, termasuk energi hidrogen, koordinasi antara Visi kerajaan 2030 dan Inisiatif Sabuk dan Jalan China, dan sehubungan dengan investasi langsung. SPA melaporkan, tanpa memberikan perincian.

Kesepakatan itu muncul selama kunjungan Presiden China Xi Jinping ke kerajaan itu, dan di tengah hubungan yang renggang antara Amerika Serikat (AS) dan kedua negara terkait produksi minyak, pelanggaran hak asasi manusia (HAM), dan masalah lainnya.

Pernyataan bersama hampir 4.000 kata diterbitkan oleh Saudi Press Agency (SPA) secara resmi, dan menyatakan kesepakatan tentang berbagai masalah global, termasuk energi, keamanan, program nuklir Iran, krisis di Yaman dan perang Rusia di Ukraina.

[br]

“Riyadh dan Beijing sangat ingin menekankan pentingnya stabilitas di pasar minyak dunia, mencatat bahwa Arab Saudi adalah pengekspor minyak mentah yang andal ke mitra China-nya. Mereka juga menyatakan tekad untuk mengembangkan kerja sama dan koordinasi di bidang pertahanan, serta terus bekerja sama dalam memerangi terorisme dan pendanaannya,” terang pernyataan itu, seperti dikutip dari Okezone, Sabtu (10/12/2022).

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa negara-negara tersebut akan terus dengan tegas mendukung kepentingan inti satu sama lain, saling mendukung dalam mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial mereka, dan melakukan upaya bersama untuk mempertahankan prinsip non-intervensi dalam urusan internal negara, aturan internasional. hukum dan prinsip-prinsip dasar hubungan internasional.

Ini termasuk tidak mengkritik kebijakan internal masing-masing, mungkin termasuk pada isu-isu hak asasi manusia dan aturan domestik.

China juga menegaskan menentang tindakan apa pun yang akan mencampuri urusan dalam negeri Kerajaan Arab Saudi, tanpa menambahkan rincian lebih lanjut.

Editor
: Rizky

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Hari Lahir Pancasila: Di mana Peran Mahasiswa?

Internasional

IKAN SAPU - SAPU DI DANAU TOBA: SAAT SOLUSI MENJADI MASALAH BARU

Internasional

WNA China Divonis 3 Tahun Penjara, Liu Xiaodong Dinyatakan Bersalah Kasus Tambang di Ketapang

Internasional

Para Menteri Perdagangan, Anggota Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik Berkumpul di Suzhou

Internasional

Wartawan Matatelinga.com Raih Penghargaan PMI Labuhanbatu

Internasional

Ini Pengakuan Donald Trump, China Terus Membeli Minyak dari Iran