MATATELINGA, Lesmo : Menatap ajang balapan MotoGP 2023 mendatang, dengan mesin motor Yamaha YZR-M1 yang tak berkembang karena bisa memengaruhi penampilan Fabio Quartararo cs. Direktur Yamaha Racing, Lin Jarvis, merasa waswas dalam mempersiapkan timnya.Jarvis pun mengakui hal tersebut memang terjadi. Hanya saja, dia mengakui jika mesin untuk MotoGP 2021 tak mengalami perubahan, karena kondisi pandemi yang membatasi gerak.“Dengan adanya pandemi, secara efektif kami terjebak selama dua musim dan membekukan mesin. Itu artinya, kami tak bisa meningkatkan kemampuan mesin pada 2021,” kata Jarvis, seperti dikutip dari Okezone, Rabu (14/12/2022).
Baca Juga:Jorge Lorenzo Klaim Hubungannya dengan Valentino Rossi Semakin HarmonisJarvis kemudian mengakui Yamaha sudah memiliki rencana meningkatkan tenaga mesin 2022. Namun, pada akhirnya, rencana itu dibatalkan, karena khawatir dengan daya tahan dapur pacu yang meragukan.“Kami sangat sibuk mengembangkan mesin 2022, dengan level performa yang berbeda. Tetapi, pada akhirnya kami harus mengevaluasi lagi rasio antara peningkatan performa dengan faktor daya tahan,” jelas Jarvis.“Jika tidak dapat menjamin daya tahan yang 100 persen, maka harus mulai mempertanyakannya,” tuturnya.Sebagaimana diketahui, Fabio Quartararo sempat diunggulkan untuk menjadi juara MotoGP 2022. Pasalnya, El Diablo julukan Fabio Quartararo berhasil unggul 91 poin dari Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo).[br]Meski sudah unggul jauh, pembalap asal Prancis itu gagal mempertahankan posisinya. Alhasil, Quartararo gagal mempertahankan gelar juara dunia, yang diambil oleh Bagnaia.Quartararo pun menyebut salah satu penyebabnya adalah sektor mesin yang tak berkembang. Bahkan, mereka nyaris tak mengembangkan mesinnya, sejak 2020.