MATATELINGA, Ankara: Terkait dengan pembakaran salinan kitab suci al Quran di ibu kota Denmark, Kopenhagen, pihak Pemerintah Qatar pada Sabtu waktu setempat mengutuk keras pembakaran tersebut .Kementerian Luar Negeri Qatar Lewat sebuah pernyataan, menggambarkan kejadian tersebut sebagai "aksi penghasutan keji" sekaligus sebagai "provokasi terhadap perasaan umat Muslim di seluruh dunia."
BACA JUGA:Konflik Rusia dan Ukraina Semakin Memanas, Berikut Tiga Fakta TerbarunyaPihaknya juga mengatakan bahwa aksi semacam itu memicu kebencian dan kekerasan serta "membahayakan nilai-nilai hidup berdampingan secara damai."Kemenlu Qatar menegaskan kembali seruannya untuk mendukung nilai-nilai toleransi dan hidup berdampingan dan untuk "menegakkan prinsip-prinsip keamanan dan perdamaian internasional melalui dialog dan pengertian."Beberapa bulan belakangan terjadi sejumlah aksi pembakaran al Quran atau upaya untuk melakukan aksi tersebut oleh tokoh atau kelompok Islamofobia di Eropa timur dan negara-negara Nordik, terutama di Denmark dan Swedia,dilansir Antara.