MATATELINGA, Gaza: Negara-negara termasuk Kanada, Mesir, Turki, Yordania dan Qatar mengutuk serangan terhadap rumah sakit tersebut.Serangan roket yang menghantam rumah sakit (RS) di Gaza yang menewaskan 500 orang memicu kecaman dari banyak negara.Prancis mengutuk keras serangan terhadap rumah sakit Al-Ahli di Kota Gaza, yang menyebabkan banyak sekali korban sipil Palestina.BACA JUGA:
Partai Republik Menolak Jim Jordan Sebagai Ketua DPR Pada Pemungutan Suara PertamaPara pejabat di Gaza menyalahkan serangan udara Israel atas ledakan tersebut. Namun Israel menyalahkan ledakan dan ratusan kematian tersebut akibat kegagalan peluncuran roket yang dilakukan oleh kelompok militan Jihad Islam.Serangan ini terjadi menjelang kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden ke Israel. Rusia dan Uni Emirat Arab (UEA) menuntut diadakannya pertemuan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).[br]Sementara itu, di Tepi Barat, tempat Otoritas Palestina yang diakui secara internasional beroperasi, pengunjuk rasa Palestina bentrok dengan pasukan keamanan Palestina, yang menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka.Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas membatalkan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden.“Hukum humaniter internasional mengikat semua pihak dan harus memungkinkan adanya perlindungan terhadap penduduk sipil. Akses kemanusiaan ke Jalur Gaza harus dibuka tanpa penundaan,” terang pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Prancis, dikutip CNN